Tautan-tautan Akses

AS

Obama Calonkan Senator John Kerry sebagai Menlu AS

  • Dan Robinson

John Kerry, dicalonkan Obama sebagai Menlu AS, menggantikan Hillary Clinton yang tidak ingin memperpanjang jabatannya. (Foto: Dok)

John Kerry, dicalonkan Obama sebagai Menlu AS, menggantikan Hillary Clinton yang tidak ingin memperpanjang jabatannya. (Foto: Dok)

Obama mencalonkan Senator John Kerry dari Partai Demokrat, ketua Komite Hubungan Luar Negeri di Senat, menjadi menteri luar negeri berikutnya.

Di Gedung Putih, Presiden Obama memuji Kerry sebagai pilihan yang “sempurna” untuk menuntun diplomasi Amerika di tahun-tahun mendatang, Jumat (21/12). Katanya, Kerry dihormati dan dipercaya oleh rekan-rekannya di Senat dan pemimpin-pemimpin dunia lewat karyanya selama bertahun-tahun.

Presiden Obama mengatakan akan ada banyak tantangan didepan, tetapi ia yakin Amerika akan terus memimpin.

Kerry adalah seorang Demokrat dari Massachussetts, menjabat ketua komite hubungan luar negeri Senat dan telah melawat ke berbagai tempat sulit mulai dari Afrika sampai ke Pakistan. Senator Kerry juga seorang veteran perang Vietnam yang mendapat bintang kehormatan serta ahli strategis politik yang lihai ini merupakan salah satu penasihat terdekat Presiden Obama urusan hubungan luar negeri dan politik dalam negeri.

Kerry yang berusia 69 tahun ini, akan mengambil alih jabatan menteri luar negeri dari Hillary Clinton yang mengumumkan bahwa ia tidak akan melanjutkan perannya selama masa jabatan kedua Obama, apabila disetujui oleh Senat.

Sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat 2004, Kerry memberi Obama, yang saat itu masih menjadi senator dari Illinois, kehormatan menyampaikan pidato utama pada Konvensi Nasional Partai Demokrat. Kesempatan itu memberi Obama panggung politik di tingkat nasional. Kerry kalah dalam pemilu 2004 dari presiden berkuasa saat itu, George W. Bush.

Pada 2008, Obama memilih Hillary Clinton sebagai menteri luar negeri. Tetapi Kerry memperkuat hubungannya dengan Obama dengan ikut menangani misi-misi sulit di Afghanistan, Pakistan dan Sudan.

Didampingi Kerry, Presiden Obama menyebutnya punya kemampuan lengkap untuk tugas memimpin diplomasi Amerika. Clinton mengatakan ia berbicara dengan Presiden Obama untuk mengatakan bahwa Kerry adalah pilihan yang sangat baik.

“Setelah mengabdi dengan berani di Vietnam, Kerry memahami kita punya tanggung jawab untuk menggunakan kekuatan Amerika secara bijaksana, terutama kekuatan militer kita. Ia tahu dari pengalaman pribadi ketika kita mengirim tentara ke dalam situasi bahaya, kita harus memberi strategi yang mantap, misi yang jelas dan sumberdaya untuk menyelesaikan tugas,” papar Obama.

Sambil Amerika membuka babak baru seusai perang selama satu dekade, Obama mengatakan Kerry “mengerti perlunya mempertajam semua elemen kekuatan Amerika guna memastikan semua elemen itu bekerja bersama.”

Pencalonan ini diumumkan setelah calon utama lainnya, Duta Besar Amerika untuk PBB Susan Rice, menarik namanya dari pertimbangan. Ia mendapat tentangan dari senator-senator senior Partai Republik karena ia awalnya membela cara pemerintahan Obama menangani serangan bulan September lalu atas konsulat Amerika di Benghazi, Libya.

Di Gedung Kongres, Senator John McCain dan Senator Lindsey Graham dari Partai Republik menyambut positif – meski tidak terlalu antusias – atas pencalonan Kerry.

“Kami telah mengenal John Kerry selama bertahun-tahun, kami punya kepercayaan terhadap kemampuan John Kerry untuk melakukan tugas ini. Tetapi saya juga ingin menegaskan lagi bahwa tugas kami adalah memberi nasihat dan persetujuan, sehingga proses pencalonan, dengar pendapat dan votinglah yang benar-benar penting,” papar McCain.

Presiden Obama juga menyinggung peran Kerry membantunya kembali menang pemilu. Ia mengatakan senator itu berperan sebagai Mitt Romney dalam latihan-latihan debat.

Presiden Obama juga memberi penghormatan bagi Menlu Clinton, yang sedang sakit dan tidak dapat hadir. Obama menyebut Clinton pekerja yang tidak kenal lelah dalam memulihkan kepemimpinan global Amerika.
XS
SM
MD
LG