Tautan-tautan Akses

AS

Obama Cabut Sanksi-Sanksi Amerika atas Liberia


Presiden AS Barack Obama dan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dalam diskusi di Gedung Putih mengenai kemajuan Afrika Barat menangani Ebola, April 2015. (Reuters/Gary Cameron)

Presiden AS Barack Obama dan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dalam diskusi di Gedung Putih mengenai kemajuan Afrika Barat menangani Ebola, April 2015. (Reuters/Gary Cameron)

Liberia dianggap mengalami kemajuan besar sejak bebas dari perang saudara tahun 2003, termasuk komitmennya terhadap demokrasi dan pengembangan lembaga-lembaga politik dan ekonomi.

Presiden AS Barack Obama hari Kamis (11/11) mencabut sanksi Amerika atas Liberia.

Juru bicara Gedung Putih Ned Price dikutip mengatakan apa yang disebutnya "kemajuan luar biasa" Liberia sejak bebas dari perang saudara tahun 2003, termasuk komitmennya terhadap demokrasi dan pengembangan lembaga-lembaga politik dan ekonomi.

Tetapi, menurut Gedung Putih, masih banyak yang harus dilakukan Liberia, termasuk mengalihkan tanggung jawab keamanan dari misi PBB ke pasukan Liberia tahun depan, dan pemilihan presiden tahun 2017.

Mantan presiden George W. Bush menjatuhkan sanksi terhadap Liberia tahun 2004, dengan alasan kesepakatan damai dan gencatan senjata yang mengakhiri perang saudara tidak dilaksanakan sepenuhnya.

Bush juga mengatakan Liberia terlibat perdagangan senjata dan penjualan kayu ilegal yang mendanai perang di seluruh Afrika Barat.

Sanksi-sanksi itu menarget mantan pejabat tinggi pemerintah Liberia dan keluarga serta sekutu dekat mantan presiden Charles Taylor. Taylor memulai perang saudara Liberia tahun 1989, yang menyebabkan pemberontakan yang menggulingkan presiden kala itu, Samuel Doe.

Taylor terpilih sebagai presiden tahun 1997, menyebabkan perang saudara kedua yang berakhir ketika Taylor meninggalkan negeri itu. Ia dijatuhi hukuman 50 tahun penjara tahun 2012 karena menghasut perang dan kekejaman di negara tetangga, Sierra Leone. [ka]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG