Tautan-tautan Akses

Obama Bertemu Presiden Argentina di Buenos Aires


Presiden AS Barack Obama bertemu Presiden Argentina Mauricio Macri di Casa Rosada, Buenos Aires, Rabu (23/3).

Presiden AS Barack Obama bertemu Presiden Argentina Mauricio Macri di Casa Rosada, Buenos Aires, Rabu (23/3).

Presiden AS Barack Obama hari Rabu (23/3) bertemu dengan Presiden baru Argentina yang pro-pasar, Mauricio Macri.

Presiden Amerika Barack Obama hari Rabu (23/3) bertemu dengan Presiden baru Argentina yang pro-pasar, Mauricio Macri, menandai hubungan yang kembali menghangat antara kedua negara.

Presiden Obama tiba Rabu pagi di Buenos Aires untuk kunjungan dua-hari, yang bertepatan dengan ulang tahun ke-40 dari kudeta yang didukung oleh Amerika.

Penjagaan keamanan ditingkatkan di ibukota setelah serangan teror hari Selasa di Brussels, Belgia. Beberapa jalur kereta bawah tanah ditutup, dan jalan-jalan ditutup di dekat tempat Presiden Obama berkunjung.

Hari Rabu siang pemimpin Amerika itu mengadakan pertemuan dengan anak-anak muda Argentina dan menjawab berbagai pertanyaan mulai dari kekerasan sektarian sampai kerjasama sains dan akademis antara Argentina dan Amerika.

Presiden Obama mengatakan masih optimis dengan kemampuan manusia untuk menjalin hubungan yang lebih erat dan rasa optimis itu berawal dari latar belakang perbedaan etnis dan ras keluarganya sendiri.

“Dalam keluarga saya ada gen setiap orang. Itu membuat saya percaya diri, yang diperkuat setelah saya menjadi presiden, bahwa manusia pada dasarnya sama” katanya. “Tapi kita juga terikat oleh sejarah, budaya dan kebiasaan”.

Presiden Macri, yang menjabat sebagai Presiden pada bulan Desember, telah mengisyaratkan ia ingin menjalin hubungan ekonomi yang lebih kuat dengan Washington dan negara ekonomi pasar bebas lainnya. Kemudian Rabu kedua pemimpin diharapkan akan berbicara dalam jamuan kenegaraan.

Kunjungan Presiden Obama bertepatan dengan ulang tahun ke-40 hari Kamis dimulainya rezim militer yang brutal di Argentina yang menyebabkan kematian atau hilangnya sekitar 30.000 orang. Pada hari Kamis ia berencana untuk pergi ke sebuah taman yang dibangun untuk mengenang para korban

Dokumen Amerika yang dideklasifikasikan menunjukkan bahwa Amerika mendukung rezim militer itu meskipun melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Amerika Serikat mengumumkan pekan lalu, setelah didesak pemerintah Argentina, akan mendeklasifikasikan lebih banyak lagi dokumen militer dan intelijen yang terkait dengan periode yang dikenal di Argentina sebagai "Perang Kotor," antara tahun 1976-1983.

Sejumlah pengecam kunjungan Presiden Obama ini telah bersumpah untuk melakukan protes. Pada masa lalu, pengkritik telah menuntut Amerika untuk meminta maaf atas dukungannya terhadap rezim militer.

Setelah pengumuman bahwa dokumen itu akan dideklasifikasikan pekan lalu, staf Gedung Putih Ben Rhodes mengatakan presiden berpendapat, “melangkah maju di benua Amerika atau bagian mana saja dari dunia ini melibatkan sebuah pengenalan yang jernih dengan masa lalu.”

Lawatan Presiden Obama ke Argentina dilakukan menyusul kunjungan bersejarah ke Kuba, yang pertama oleh seorang presiden Amerika dalam hampir sembilan dekade.

Selama pertemuannya dengan Presiden Raul Castro, Presiden Obama menyerukan kepada Kongres Amerika agar mencabut embargo perdagangan yang sudah diberlakukan selama puluhan tahun terhadap Kuba. [sp]

XS
SM
MD
LG