Tautan-tautan Akses

AS

Obama Bersedia Jadi Penengah Sengketa Israel dan Hamas


Warga Palestina berdesak-desakkan di belakang gerbang perbatasan Rafah, memegang paspor mereka untuk mencoba menyeberang ke Mesir dari Jalur Gaza (10/7).

Warga Palestina berdesak-desakkan di belakang gerbang perbatasan Rafah, memegang paspor mereka untuk mencoba menyeberang ke Mesir dari Jalur Gaza (10/7).

Obama menegaskan kembali hak Israel membela diri terhadap serangan roket oleh militan Hamas, tetapi ia prihatin kekerasan dapat meningkat.

Presiden AS Barack Obama telah memberitahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Amerika Serikat bersedia menengahi pengakhiran kekerasan dengan Palestina termasuk pemberlakuan kembali gencatan senjata 2012.

Presiden berbicara dengan Netanyahu melalui telepon Kamis (10/7), di tengah pertempuran maut di wilayah Timur Tengah itu.

Para pejabat Gedung Putih mengatakan Obama menegaskan kembali hak Israel membela diri terhadap serangan roket oleh militan Hamas. Tetapi, ia mengatakan prihatin kekerasan dapat meningkat dan bahwa semua pihak harus melakukan semua yang dapat mereka lakukan untuk melindungi nyawa kaum sipil.

Sebelumnya Kamis, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan gencatan senjata segera, dan mengatakan dalam rapat darurat Dewan Keamanan bahwa Israel dan Hamas harus menunjukkan pengekangan diri sebesar-besarnya.

Perdana Menteri Netanyahu mengatakan kepada komisi parlemen bahwa gencatan senjata “tidak ada dalam agenda.”

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG