Tautan-tautan Akses

Obama akan Bahas Keamanan, Perdagangan dalam Lawatan ke Kenya

  • Gabe Joselow

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta (kanan) dan Wapres Kenya William Ruto menjelaskan rencana kunjungan Presiden AS Barack Obama, dalam pidato di Nairobi, Kenya, Selasa (21/5).

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta (kanan) dan Wapres Kenya William Ruto menjelaskan rencana kunjungan Presiden AS Barack Obama, dalam pidato di Nairobi, Kenya, Selasa (21/5).

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengatakan, keamanan dan perdagangan akan jadi agenda utama selama lawatan Presiden Barak Obama ke Kenya minggu ini.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta menghindari isu-isu kontroversial seperti tuntutan Mahkamah Kejahatan Internasional terhadap dirinya, serta protes terhadap pemberangusan hak-hak kelompok gay.

Berbicara dari State House di Nairobi hari Selasa (21/7), Presiden Kenyatta mengatakan, keamanan dan investasi berjalan seiring, dan kedua-duanya akan dibahas selama kunjungan Obama.

Presiden Obama datang ke Kenya untuk memimpin penyelenggaraan KTT Wirausaha Global bersama presiden Kenya dan mengadakan pertemuan bilateral.

Hubungan antara kedua negara merenggang di masa lalu akibat tuntutan peradilan kejahatan internasional terhadap Presiden Kenyataa dan Wakilnya William Ruto, karena peran yang dituduhkan terhadap diri mereka sebagai otak dari kekerasan menyusul pemilihan 2007.

Kenyatta mengatakan, lawatan Presiden Obama merupakan tanda bahwa hubungan antara kedua negara erat.

“Saya katakan, bahwa mereka yang meragukan kekuatan kemitraan dan persahabatan antara kedua negara kami dan kedalaman dari keterlibatan bersama kami, Anda sebaiknya mengkaji kembali asumsi-asumsi Anda.”

Tuduhan terhadap Presiden Kenyatta sudah dibatalkan, sementara Ruto dan seorang terdakwa lain masih terus menghadapi peradilan.

Presiden Kenya itu mengatakan, Ruto tidak akan dikucilkan dari pertemuan dengan Presiden Amerika itu.

“Terakhir saya cek, wakil presiden masih bagian dari pemerintahan ini jadi kami semua akan bertemu dan melangkah maju sesuai dengan apa yang harus kami lakukan,” tambah Kenyatta.

Sementara, beberapa politisi Kenya mengungkapkan keprihatinan bahwa Presiden Obama akan membawa agenda hak-hak kelompok gay ke Kenya, menyusul keputusan Mahkamah Agung AS yang melindungi perkawinan warga gay. Kenyatta mengatakan, ini bukan merupakan isu dan tidak akan jadi bagian dari agenda pembicaraan.

Kenyatta juga menekankan pentingnya KTT Wirausaha ini, yang katanya, menggalakkan reputasi Kenya sebagai wadah “inovasi dan wirausaha.”

“Ini pertama kali KTT diselenggarakan di Sub-Sahara Afrika, dan saya yakin pilihan Kenya tepat, GES mengakui kemajuan yang dicapai dan potensi negara kita serta kepemimpinannya di benua ini,” tambahnya.

Katanya, Kenya akan meraih manfaat dari peningkatan investasi dalam sarana, layanan kesehatan dan manufaktur.

Presiden Obama diperkirakan akan menghadiri KTT ini selama akhir minggu, serta berpidato sebelum melanjutkan perjalanan ke Ethiopia.

XS
SM
MD
LG