Tautan-tautan Akses

Obama: AS Punya Landasan Kuat Bangkit dari Penembakan yang Pedih


Presiden Obama berbicara pada konferensi pers di sela KTT NATO di Warsawa, Polandia, Sabtu (9/7).
Presiden Obama berbicara pada konferensi pers di sela KTT NATO di Warsawa, Polandia, Sabtu (9/7).

Presiden Obama berbicara pada konferensi pers di sela KTT NATO di Warsawa, memberikan pernyataan mengenai insiden penembakan dua pria kulit hitam dan polisi yang terjadi di Amerika.

Presiden Amerika Barack Obama berupaya meyakinkan kembali warga Amerika yang terguncang dengan apa yang diakuinya sebagai “pekan yang pedih” pasca dua kasus penembakan warga Amerika keturunan Afrika oleh polisi dan penyerbuan yang menewaskan lima polisi di Dallas.

Obama berbicara dalam KTT NATO di Warsawa, tetapi mencurahkan sebagian besar konferensi pers yang dilakukannya di sana pada insiden yang terjadi di Amerika. Presiden Obama mempersingkat lawatannya ke Eropa dan akan kembali ke Washington DC Minggu malam (10/7). Ia mengatakan berencana terbang ke Dallas awal pekan depan memenuhi undangan Walikota Mike Rawlings.

Obama : Saya Sangat Percaya AS Tidak Terpecah Belah

Obama membuka pernyataannya pasca penembakan di Dallas dengan mengatakan “saya sangat percaya bahwa Amerika tidak terpecah belah sebagaimana dinyatakan sejumlah orang”. Ditambahkannya, Amerika memiliki landasan untuk mengatasi masalah paling nyata yang dihadapi, termasuk ketegangan antara aparat hukum dan komunitas minoritas.

Ketika ditanya wartawan bagaimana ia menggambarkan penembak polisi di Dallas, Obama menyebutnya sebagai “orang tidak waras”.

Penembak di Dallas tidak mewakili warga kulit hitam, ujar Presiden Obama, sama seperti orang yang membunuh sejumlah orang di sebuah gereja bersejarah milik komunitas Amerika keturunan Afrika di Charleston tahun lalu yang juga bukan mewakili warga kulit putih, atau warga Muslim-Amerika yang membunuh 49 orang di sebuah klub malam di Orlando bulan lalu yang juga tidak mewakili warga Muslim-Amerika.

Obama: Tak Bisa Pura-Pura Menganggap Isu Senjata Api Tak Relevan

Menanggapi pertanyaan tentang isu kekerasan senjata api, Obama mengatakan “saya tidak akan berhenti bicara tentang senjata api karena ini juga bagian dari masalah”. Ditambahkannya, jika orang peduli dengan keselamatan polisi, mereka tidak bisa berpura-pura menganggap bahwa isu senjata api adalah hal yang tidak relevan. Obama menegaskan memang tidak mungkin menghentikan setiap orang tidak waras yang ingin melakukan pembantaian, tetapi Amerika bisa menyulit mereka mewujudkan niat itu. Ditambahkannya, cakupan kekerasan senjata api di Amerika unik.

Warga Dallas hari Sabtu (9/7) berupaya memulihkan kondisi pasca aksi kekerasan hari Kamis (7/7) dan mengkaji tragedi tersebut. Di depan markas Kepolisian Dallas, banyak orang menyampaikan belasungkawa dengan meletakkan karangan bunga, mainan anak-anak dan kartu tanda simpati di atas dua mobil patrol polisi. Warga yang datang mencakup warga Amerika keturunan Afrika, warga Amerika-Latin, warga kulit putih dan juga para polisi yang menyesali kematian mitra mereka.

Micah Johnson Dipastikan sebagai Penembak Polisi

Walikota Dallas Mike Rawling memastikan bahwa aksi penembakan lima polisi hari Kamis dilakukan oleh seorang penembak yang diidentifikasi sebagai Micah Johnson. Serangan – yang oleh para pejabat kota itu disebut sebagai “penyergapan” – terjadi menjealng berakhirnya demonstrasi damai memprotes pembunuhan dua warga kulit hitam oleh polisi di Minnesota dan Louisiana awal pekan ini.

Gubernur Texas Greg Abbot mengatakan polisi akan menyelidiki dan menentukan apakan ada pihak lain yang bersekongkol atau tersangka lain yang telah membantu Micah Johnson. Ditambahkannya, “kita harus memusatkan perhatian pada pentingnya rasa persatuan, persatuan diantara warga Dallas, persatuan seluruh warga Texas”.

Polisi Temukan Bahan Pembuat Bom di Rumah Penembak

Kepolisian Dallas mengatakan dalam penggeledahan di rumah Micah Johnson hari Jum’at (8/7), para detektif menemukan bahan-bahan pembuat bom, rompi anti-peluru, amunisi, senjata api dan sebuah jurnal pribadi tentang strategi perang. Micah Johnson diketahui sebagai mantan tentara cadangan yang sebelumnya berdinas di Afghanistan.

Serangan terhadap polisi Dallas pada hari Kamis (7/7) itu merupakan serangan yang paling banyak menelan korban penegak hukum setelah serangan teror 11 September 2001. [em]

XS
SM
MD
LG