Tautan-tautan Akses

AS

Obama: AS Harus Secara Jujur Atasi Isu Ras, Kemiskinan dan Kelas


Presiden Amerika Serikat Barack Obama berbicara di American University, Washington (5/8). (AP/Susan Walsh)

Presiden Amerika Serikat Barack Obama berbicara di American University, Washington (5/8). (AP/Susan Walsh)

Amerika telah “semakin jelas melihat perasaan frustrasi di banyak komunitas warga non-kulit putih dan merasa bahwa hukum dapat diberlakukan secara tidak merata.”

Presiden AS Barack Obama menyatakan setahun sejak “kematian tragis” Michael Brown di Ferguson, Missouri, Amerika telah “semakin jelas melihat perasaan frustrasi di banyak komunitas warga non-kulit putih dan merasa bahwa hukum dapat diberlakukan secara tidak merata.”

Saat seorang polisi kulit putih menembak Brown, seorang remaja kulit hitam tak bersenjata pada musim panas lalu, kemarahan akan hal itu meluas jauh hingga ke luar Ferguson.

Kematian warga kulit hitam yang menimbulkan pertanyaan di Ferguson, New York, Cleveland, Baltimore dan kota-kota lain telah memperluas gerakan “Black Lives Matter” atau “Nyawa Warga Kulit Hitam Berharga," yang dimulai pada waktu tewasnya Trayvon Martin di Florida tahun 2012.

Secara nasional, jumlah warga kulit hitam yang ditangkap jauh lebih banyak daripada jumlah warga dari ras lainnya, menurut temuan surat kabar USA Today dalam analisis data FBI tahun lalu.

Para pengunjuk rasa menandai peringatan setahun penembakan Michael Brown, dengan pawai di sepanjang jalan West Florrisant (11/8), di Ferguson, Missouri.

Para pengunjuk rasa menandai peringatan setahun penembakan Michael Brown, dengan pawai di sepanjang jalan West Florrisant (11/8), di Ferguson, Missouri.

Dalam pidato mingguannya Sabtu (15/8), Obama menyatakan bahwa untuk menghadapi isu-isu diskriminasi dengan tepat, ia membentuk suatu gugus tugas mengenai pengawasan masyarakat guna mencari langkah-langkah praktis untuk membangun rasa saling percaya dan kerjasama antara komunitas dan polisi. Gugus tugas tersebut beranggotakan polisi, aktivis dan akademisi.

Gugus tugas itu membuat 59 rekomendasi pada bulan Mei dan kelompok-kelompok masyarakat di berbagai penjuru Amerika kini berupaya menerapkan rekomendasi tersebut. Presiden mengatakan saran-saran yang diajukan mencakup “semuanya, mulai dari bagaimana cara memanfaatkan data dan teknologi dengan lebih baik, melatih polisi, hingga bagaimana cara membuat aparat penegak hukum bekerjasama dengan sekolah.”

Presiden Obama mengatakan para pemimpin lokal di Amerika “berupaya menerapkan rekomendasi gugus tugas itu dengan cara yang sesuai dengan komunitas mereka.” Ia mengatakan Departemen Kehakiman akan menghibahkan lebih dari US$160 juta akhir tahun ini untuk mendukung penegakan hukum dan organisasi-organisasi kemasyarakatan yang berupaya meningkatkan pengawasan.

Presiden mengatakan Amerika Serikat telah “membuat kemajuan. Tetapi isu-isu yang muncul tahun lalu bukanlah hal baru dan tidak akan dapat diselesaikan hanya oleh polisi.” Ia menambahkan bahwa kelompok-kelompok masyarakat “tidak dapat begitu saja meminta polisi untuk menanggulangi dan mengontrol isu-isu yang tidak ingin diatasi oleh kita sebagai anggota masyarakat.”

Ia mengatakan Amerika harus “mengatasi isu-isu ras, kemiskinan, dan kelas dalam masyarakat yang membuat begitu banyak komunitas merasa terkucil dan dipisahkan dari peluang yang lebih besar. Ini artinya meluaskan kesempatan kepada setiap warga Amerika yang mau mengejar peluang itu, di manapun mereka dilahirkan. Karena pada akhirnya, itulah janji Amerika. “

XS
SM
MD
LG