Tautan-tautan Akses

AS

Obama, Artis Hip Hop Serukan Dana untuk Pengobatan Kecanduan Narkoba


Rapper Macklemore (tengah) di tengah para demonstran yang memprotes keputusan juri atas penembakan di Missouri, di Seattle, Washington. (Foto: Dok)

Rapper Macklemore (tengah) di tengah para demonstran yang memprotes keputusan juri atas penembakan di Missouri, di Seattle, Washington. (Foto: Dok)

Obama mengatakan bahwa overdosis narkoba menjatuhkan lebih banyak korban jiwa daripada kecelakaan lalu-lintas, dan naik tiga kali lipat sejak tahun 2000.

Presiden AS Barack Obama dan artis hip hop Macklemore bersama-sama dalam pidato radio mingguan presiden, Sabtu (14/5), menyerukan kepada Kongres Amerika agar mendanai lebih banyak pengobatan untuk melawan penyalahgunaan oploid atau kecanduan morfin dan narkoba lainnya.

Artis pemenang penghargaan Grammy itu berbagi pengalamannya menderita penyalahgunaan narkoba dan mengimbau kepada siapa saja yang mengalami penderitaan serupa agar mencari pertolongan.

“Saya di sini bersama Presiden Obama karena pengalaman pribadi saya. Saya pernah menyalahgunakan obat resep dokter dan berjuang melawan kecanduan. Kalau saja saya tidak mendapat pertolongan yang saya butuhkan waktu itu, kemungkinan saya sudah tidak ada lagi sekarang. Dan saya ingin menolong orang lain yang menghadapi tantangan yang serupa dengan yang saya hadapi,” kata Macklemore.

Upaya bersama itu adalah yang pertama dalam sejarah. Para pejabat Gedung Putih mengatakan artis tersebut adalah orang yang pertama yang bukan pejabat pemerintah yang diikutsertakan dalam pidato mingguan presiden.

Obama berbicara mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dengan mengatakan bahwa overdosis narkoba menjatuhkan lebih banyak korban jiwa daripada kecelakaan lalu-lintas. Kematian akibat naroba atau oploids telah naik tiga kali lipat sejak tahun 2000, ujarnya.

“Seringkali narkoba itu adalah obat legal dengan resep dokter. Kecanduan tidak selalu bermula di suatu gang yang gelap. Kecanduan sering bermula di laci obat,” kata Obama.

Menurut hasil penelitian baru bulan April, 44 persen warga Amerika mengetahui seseorang yang telah kecanduan obat resep dokter penghilang rasa sakit.

Banyak warga Amerika, menurut laporan Kaiser Family Foundation, tidak menyadari persyaratan hukum bahwa asuransi kesehatan harus mematuhi peraturan yang sama dengan peraturan asuransi kesehatan jiwa dan pengobatan penyalahgunaan obat sebagaimana pelayanan pengobatan lain. [gp]

XS
SM
MD
LG