Tautan-tautan Akses

AS

Obama Akan Dorong Perusahaan untuk Berbagi Data Ancaman Dunia Maya


Presiden AS Barack Obama tiba di bandara internasional San Francisco bersama walikota Ed Lee (12/1). (AP/Ben Margot)

Presiden AS Barack Obama tiba di bandara internasional San Francisco bersama walikota Ed Lee (12/1). (AP/Ben Margot)

Perusahaan-perusahaan diminta untuk berbagi lebih banyak informasi mengenai ancaman-ancaman dunia maya dengan pemerintah dan satu sama lain.

Presiden AS Barack Obama dijadwalkan menandatangani perintah eksekutif Jumat (13/2) untuk mendorong perusahaan-perusahaan untuk berbagi lebih banyak informasi mengenai ancaman-ancaman dunia maya dengan pemerintah dan satu sama lain, sebuah respon atas serangan-serangan seperti yang terjadi pada Sony Entertainment.

Perintah itu akan memberikan landasan bagi "organisasi-organisasi berbagi informasi dan analisis " (ISAO) yang dipimpin sektor swasta, sebuah pusat di mana perusahaan-perusahaan berbagi data ancaman dunia maya dengan satu sama lain dan dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Ini satu langkah dalam upaya panjang untuk membuat perusahaan-perusahaan dan juga advokat-advokat privasi dan konsumen lebih nyaman dengan legislasi yang diusulkan yang akan menawarkan perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi perlindungan pertanggungjawaban, menurut Gedung Putih.

Obama akan menandatangani perintah itu dalam konferensi sehari mengenai keamanan dunia maya di Stanford University di jantung Silicon Valley.

Perintah itu juga akan mengarahkan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika untuk membuat aturan standard sukarela bagi badan-badan hukum yang berbagi informasi.

Langkah ini diambil setelah serangan peretas yang diberitakan luas terhadap Sony Pictures Entertainment, asuransi kesehatan Anthem, Target, Home Depot, Ebay dan JP Morgan Chase. Pemerintah Amerika juga telah menderita serangan dunia maya, termasuk peretasan komputer yang bukan rahasia di Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri serta peretasan akun Twitter dan YouTube komando militer pusat Amerika.

Sebagian dari serangan itu telah dituduh dilakukan para peretas di Rusia, China dan Korea Utara.

XS
SM
MD
LG