Tautan-tautan Akses

Obama akan Bertemu Mahmoud Abbas di Gedung Putih

  • Robert Berger

Presiden AS Barack Obama (kanan) dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di sela-sela Sidang Umum PBB di New York (foto: dok).

Presiden AS Barack Obama (kanan) dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di sela-sela Sidang Umum PBB di New York (foto: dok).

Perundingan perdamaian Israel-Palestina akan menjadi agenda utama hari Senin (17/3) saat Presiden Obama menerima Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Gedung Putih.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan bertemu dengan Presiden Barack Obama dengan batas waktu yang kian dekat akhir April mendatang bagi tercapainya sebuah kerangka kerja persetujuan perdamaian. Usulan kerangka kerja tersebut akan mencakup berbagai isyu peka dari konflik itu: yaitu status Yerusalem, para pengungsi Palestina, permukiman Yahudi, keamanan dan perbatasan akhir sebuah negara Palestina.

AS menekan kedua pihak agar bersedia kompromi, tetapi hanya ada sedikit harapan dan kesenjangan tetap lebar.

Juru bicara Palestina Ahmed Assaf mengatakan, pihaknya tidak akan menerima kecuali sebuah negara Palestina berdasarkan tapal batas tahun 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibukotanya. Israel menimpali, tapal batas 1967 adalah tak mungkin dan tidak ada kompromi berkenaan dengan Jerusalem, yang seluruh kota mereka anggap sebagai ibukota abadi Israel.

Rintangan lainnya adalah tuntutan Israel agar diakui sebagai negara Yahudi. Abbas menolak, dengan alasan pengakuan itu akan merugikan warga Arab Israel dan “hak untuk kembali” bagi para pengungsi Palestina ke kampung halaman mereka dahulu di
Israel. Jadi, setelah lebih dari tujuh bulan perundingan perdamaian yang dimediasi AS, kian terdapat pesimisme dan sikap permusuhan.

Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon mengatakan, Presiden Palestina itu "bukan mitra" bagi persetujuan perdamaian akhir yang akan mengakhiri konflik, seraya menambahkan, Abbas adalah “mitra yang ingin mengambil tetapi tidak memberi.”

Presiden Obama bertemu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih dua minggu lalu dan mendesaknya untuk mengambil “keputusan sulit” bagi perdamaian; dan dia mempunyai pesan yang sama bagi Abbas.

AS berharap sebuah persetujuan kerangka kerja akan mencegah runtuhnya proses perdamaian dan memungkinkan dirundingkannya sebuah persetujuan akhir yang berkelanjutan, hingga akhir tahun ini.
XS
SM
MD
LG