Tautan-tautan Akses

AS

Obama Akan Berpidato di New Orleans untuk Peringati Tragedi Badai Katrina


Walikota New Orleans Mitch Landrieu berbicara tentang kebangkitan New Orleasn sebagai contoh pembaruan perkotaan dan pemulihan ekonomi 10 tahun setelah Badai Katrina hampir menghancurkannya, di acara makan siang National Press Club di Washington, 18 Agustus 2015.

Walikota New Orleans Mitch Landrieu berbicara tentang kebangkitan New Orleasn sebagai contoh pembaruan perkotaan dan pemulihan ekonomi 10 tahun setelah Badai Katrina hampir menghancurkannya, di acara makan siang National Press Club di Washington, 18 Agustus 2015.

Presiden Barack Obama akan berkunjung ke New Orleans hari Kamis (27/8) untuk bertemu dengan warga kota yang rusak akibat Badai Katrina itu, sementara New Orleans akan memperingati 10 tahun badai yang menewaskan 1.800 orang tersebut.

Obama dijadwalkan untuk berpidato hari Kamis siang tentang pemulihan kota tersebut dari banjir bandang dan potensi pertumbuhan di masa depan sementara warganya bekerja sama untuk membangun kembali kota tersebut dan kehidupan mereka.

"Anda adalah contoh apa yang bisa dilakukan, ketika berhadapan dengan tragedi dan kesulitan, orang-orang saling bantu dan membangun masa depan yang lebih baik," kata Obama dalam kutipan pidato yang dirilis oleh Gedung Putih.

Memandang masa depan

"Proyek pembangunan kembali di kota ini bukan sekedar mengembalikan kota ini ke keadaan sebelumnya. Tapi untuk membangun sebuah kota yang semestinya, kota di mana semua orang, siapapun mereka atau seperti apa mereka atau seberapa banyak uang yang mereka miliki, punya kesempatan untuk berhasil," lanjutnya.

Wakil sheriff St. Berard Parish, Jerry Reyes, menggunakan perahunya untuk menyelamatkan warga ketika Badai Katrina melanda kawasan tersebut dan menyebabkan banjir di New Orleans, 29 Agustus 2005.

Wakil sheriff St. Berard Parish, Jerry Reyes, menggunakan perahunya untuk menyelamatkan warga ketika Badai Katrina melanda kawasan tersebut dan menyebabkan banjir di New Orleans, 29 Agustus 2005.

Obama berencana bertemu dengan Walikota Mitch Landrieu dan warga di beberapa area di New Orleans yang telah bekerja keras untuk kembali ke kehidupan normal selama sepuluh tahun terakhir.

"Kita mengakui kerugian ini, pilunya ini, bukan untuk meratapi apa yang telah terjadi, tapi untuk memperingatinya. Kita tidak melakukan ini karena ingin berkutat di masa lalu, tapi untuk terus maju," kata Obama, dalam pidato yang sudah disiapkan olehnya.

"Karena ini adalah kota yang dengan perlahan, tanpa diragukan lagi, bersama-sama terus maju. Karena proyek pembangunan kembali di kota ini bukan sekedar mengembalikan kota ini ke keadaan sebelumnya," ujarnya. Tapi untuk membangun sebuah kota yang semestinya, kota di mana semua orang, siapapun mereka atau seperti apa mereka atau seberapa banyak uang yang mereka miliki, punya kesempatan untuk berhasil."

Perjalanan hari Kamis ini adalah perjalanan yang ke-9 Obama ke Louisiana, termasuk kunjungan pada tahun 2010 saat ia berbicara di Xavier University untuk memperingati lima tahun Badai Katrina.

Acara, rapat

Banyak pejabat AS lainnya yang juga telah berkunjung ke kota tersebut untuk menghadiri acara-acara peringatan dan rapat untuk membahas apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kota tersebut.

Badai yang menghantam New Orleans pada 29 Agustus 2015, menerobos tanggul pelindung dan menyebabkan 80 persen kota tersebut terendam air.

Hujan lebat dan angin yang mencapai 280 kph (175 mph) memporakporanda kota dekat Teluk Meskiko itu, menewaskan 1.800 orang dan membuat 1 juta lainnya kehilangan tempat tinggal.

Katrina mengakibatkan lebih dari $135 milyar kerugian, menjadikannya bencana alam paling merugikan di Amerika Serikat.

Foto gabungan 30 Agustus 2005, dan 29 Juli 2015, menunjukkan pusat kota New Orleans yang banjir akibat Badai Katrina dan kawasan yang sama sepuluh tahun kemudian.

Foto gabungan 30 Agustus 2005, dan 29 Juli 2015, menunjukkan pusat kota New Orleans yang banjir akibat Badai Katrina dan kawasan yang sama sepuluh tahun kemudian.

Bantuan pemerintah pusat

Sebagian besar perairan tenggara Amerika rusak parah akibat badai tersebut, dan bantuan pemerintah pusat senilai milyaran dolar disalurkan untuk membantu pembangunan kembali komunitas perairan tersebut.

Walikota Landrieu mengatakan minggu lalu bahwa lebih dari $14 milyar dihabiskan untuk memperbaiki tanggul yang gagal melindungi New Orleans ketika badai datang.

Walikota Landrieu mengatakan ia yakin New Orleans bisa menghadapi badai apapun bahkan badai sedahsyat Katrina.

Aru Pande contributed to this report.

XS
SM
MD
LG