Tautan-tautan Akses

AS

Obama Ajukan Anggaran 2017, Fraksi Republik Langsung Menolak


Anggaran 2017 yang diajukan Obama

Anggaran 2017 yang diajukan Obama

Obama menginginkan anggaran 7,5 miliar dolar untuk memerangi ISIS, kenaikan sebesar 50%, yang mencakup anggaran untuk membayar lebih dari 45.000 bom pintar yang dipandu GPS atau sistem posisi global.

Presiden Amerika Barack Obama hari Selasa (9/2) mengungkapkan rencana pengeluaran pemerintah federal untuk tahun yang akan dimulai Oktober mendatang sebesar empat triliun dolar. Tetapi Kongres yang dikuasai fraksi Republik sudah mengisyaratkan akan menolak beberapa inisiatif baru Obama pada tahun terakhir masa jabatannya.

Dalam tahun pemilihan presiden untuk memilih penggantinya, presiden dari Partai Demokrat itu mengajukan program-program untuk menarik para pendukung pada calon presiden Partai Demokrat dan kemungkinan ditentang, paling tidak sebagian, oleh kandidat presiden Partai Republik.

Gedung Putih: Peningkatan Jumlah Anggaran Mencakup Pengeluaran untuk Melawan ISIS

Dalam beberapa hari terakhir ini, menjelang dikeluarkannya secara resmi anggaran tahun fiskal 2017, Gedung Putih mengatakan usulan anggaran itu akan berisi peningkatan pengeluaran untuk melawan ISIS di seluruh Timur Tengah, pengenaan pajak 10 dolar per barel atas minyak mentah untuk mendanai proyek-proyek transportasi “bersih lingkungan”, inisiatif penelitian baru untuk menyembuhkan kanker dan lebih banyak bantuan keuangan bagi mahasiswa berpendapatan rendah.

Obama menginginkan anggaran 7,5 miliar dolar untuk memerangi ISIS, kenaikan sebesar 50%, yang mencakup anggaran untuk membayar lebih dari 45.000 bom pintar yang dipandu GPS atau sistem posisi global.

Anggaran itu juga akan membuat defisit anggaran tahunan yang kronis merangkak naik lagi, menjadi di atas setengah triliun dolar setelah turun menjadi 439 miliar dolar tahun lalu. Defisit anggaran pemerintah telah jauh berkurang selama tujuh tahun masa jabatan Obama ini, setelah mencapai 1,4 triliun pada tahun pertama di tengah resesi paling parah Amerika sejak Depresi Besar tahun 1930an.

Pajak minyak mentah juga diberlakukan Obama ketika harga minyak dunia sangat rendah, yaitu sekitar 30 dolar per barel.

"Kami akan memberlakukan pajak pada setiap barel minyak, yang diimpor atau diekspor, sehingga sebagian pendapatan itu bisa digunakan untuk transportasi, sebagian lainnya bisa digunakan untuk investasi teknologi dan penelitian dasar yang akan dibutuhkan untuk sumber-sumber energi pada masa depan," ujar Obama ketika mengumumkan usulnya itu. "Sepuluh tahun dari sekarang, 15 tahun dari sekarang, 20 tahun dari sekarang, kita akan berada dalam posisi yang jauh lebih baik, ketika minyak mulai langka lagi dan harga mulai naik lagi."

Pajak minyak mentah baru biasanya ditolak oleh Kongres yang dikuasai fraksi Republik, di mana lawan-lawan politik Obama juga menolak rencana pengeluaran sebelumnya, seperti ketika sebagian besar anggota Kongres fraksi Republik menolak pengenaan pajak yang lebih tinggi terhadap warga kaya Amerika dan pajak baru untuk bank-bank besar.

Protes dengan Usul Anggaran, Direktur Anggaran Gedung Putih Tidak Diundang ke Kongres

Beberapa anggota fraksi Republik telah mengambil langkah yang tidak biasa dengan menolak mengundang Direktur Anggaran Gedung Putih Shaun Donovan untuk memberi kesaksian tentang anggaran tahun 2017.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest menuduh para anggota Kongres dari fraksi Republik itu "melakukan pendekatan Donald Trump untuk membahas anggaran," merujuk pada kandidat calon presiden Partai Republik yang menolak tampil pada salah satu debat partainya bulan lalu.

Anggota Kongres yang juga Ketua Komite Anggaran DPR Tom Price mengatakan anggota-anggota fraksi Republik akan merancang usul anggaran sendiri "daripada menghabiskan waktu untuk membahas usulan, yang seperti anggaran sebelumnya, akan melipatgandakan kebijakan-kebijakan yang gagal." [em/ds]

XS
SM
MD
LG