Tautan-tautan Akses

Presiden Obama Adakan Pertemuan Dadakan dengan PM Wen Jiabao di Bali

  • Dan Robinson

Pertemuan Obama – Wen diadakan mendadak Sabtu pagi, sebelum para pemimpin KTT Asia Timur mengadakan sesi pleno formal dan makan siang.

Pertemuan Obama – Wen diadakan mendadak Sabtu pagi, sebelum para pemimpin KTT Asia Timur mengadakan sesi pleno formal dan makan siang.

Presiden Barack Obama hari Sabtu mengadakan pertemuan mendadak dengan Perdana Menteri Tiongkok Wen Jiabao di Bali sementara para pemimpin yang menghadiri KTT Asia Timur mengakhiri pertemuan mereka.

Pertemuan Obama – Wen diadakan mendadak Sabtu pagi, sebelum para pemimpin KTT Asia Timur mengadakan sesi pleno formal dan makan siang.

Baik Obama maupun Wen tidak memberi penjelasan sebelum atau sesudah pertemuan itu. Tapi penasehat Keamanan Nasional Amerika Tom Donilon mengatakan mereka berbicara sebentar tentang masalah Laut Cina Selatan menindaklanjuti percakapan hari sebelumnya. Nantinya kedua pemimpin akan bertemu lagi.

Berpidato dimuka para pemimpin ASEAN hari Jumat, Perdana Menteri Wen mengatakan solusi tentang sengketa Laut Cina Selatan seharusnya tidak melibatkan "kekuatan luar dengan dalih apapun." Komentar itu secara luas diperkirakan diarahkan kepada kesepakatan Amerika-Australia untuk menempatkan 2.500 Marinir Amerika di Australia.

Berbicara kepada wartawan hari Sabtu, Penasihat Keamanan Nasional Donilon menegaskan, Amerika tidak berpihak kepada siapapun mengenai masalah Laut Cina Selatan, tapi percaya perselisihan harus diselesaikan secara damai.

Ia mengatakan, “Amerika berkepentingan dalam kebebasan pelayaran, arus bebas perdagangan, dan penyelesaian damai sengketa. Kami tidak punya klaim dan kami tidak memihak siapapun, tapi sebagai kekuatan maritim dunia, kami berkepentingan untuk memastikan prinsip-prinsip ini diterapkan secara luas."

Donilon tidak mau berkomentar khusus mengenai klaim negara manapun, tapi mencatat bahwa masalah Laut Cina Selatan dibahas oleh negara-negara ASEAN dalam diskusi hari Jumat.

Secara lebih luas, ia ditanya apakah penilaian wartawan bahwa pernyataan Presiden Obama yang "terdengar pedas" dalam lawatan ke Asia-Pasifik bisa menyebabkan unsur-unsur militer Tiongkok percaya bahwa Amerika sedang berusaha mengisolasi atau mengucilkan Tiongkok.

Donilon mengatakan Presiden Obama berulang kali menyambut baik kebangkitan ekonomi Tiongkok yang damai dan sukses, dan apa pun yang ia katakan dalam lawatan itu "tidak ada hubungannya dengan mengisolasi atau mengucilkan siapa pun."

"Tujuan Amerika di kawasan itu adalah terbentuknya kawasan yang stabil, damai, dan sejahtera secara ekonomis. Itu juga menjadi kepentingan setiap orang di kawasan itu, termasuk Tiongkok," ujarnya.

Penasehat Keamanan Nasional Donilon menyebut secara keseluruhan hubungan Amerika dengan Tiongkok rumit. Tapi, ia mengatakan, Tiongkok mengakui bahwa Amerika merupakan kekuatan utama di kawasan Pasifik yang berniat memenuhi kewajiban dan komitmennya bagi mitra dan sekutunya.

Pada saat yang sama, Donilon menambahkan, Amerika terlibat "dialog penting" dengan Tiongkok tentang isu-isu ekonomi yang tidak terbatas pada kebijakan mata uang, termasuk apa yang disebut bidang-bidang yang "mengganggu akses yang adil" bagi Amerika dan negara-negara lain yang ingin masuk ke pasaran Tiongkok.

XS
SM
MD
LG