Tautan-tautan Akses

AS

NSA Bersekongkol dengan Jerman dan Negara Barat Lainnya: Snowden


Foto Edward Snowden yang dipegang oleh para pendukungnya di Hong Kong saat berunjuk rasa di depan kantor Konsulat AS Juni 2013. (Foto: Dok)

Foto Edward Snowden yang dipegang oleh para pendukungnya di Hong Kong saat berunjuk rasa di depan kantor Konsulat AS Juni 2013. (Foto: Dok)

Edward Snowden mengatakan badan keamanan nasional AS (NSA) bersekongkol dengan Jerman dan negara-negara barat lainnya dalam program pengintaian warga.

Badan Keamanan Nasional Amerika, NSA, bekerja dekat dengan Jerman dan negara-negara lainnya dengan dasar ‘tanpa pertanyaan’, menurut mantan kontraktor NSA Edward Snowden.

“Mereka bersekongkol dengan Jerman, sama seperti dengan sebagian besar negara Barat lainnya,” ujar Snowden seperti yang dikutip oleh majalah Jerman Der Spiegel, dalam wawancara yang dimuat Minggu (7/7), yang dilakukan sebelum ia terbang ke Hong Kong pada Mei dan membocorkan detil-detil rahasia pemantauan pemerintah AS.

“Lembaga-lembaga lain tidak bertanya pada kami dari mana informasi berasal dan kami tidak bertanya pada mereka. Dengan cara itu, mereka dapat melindungi politisi-politisi papan atas mereka dari serangan balik seandainya diketahui betapa masifnya pelanggaran privasi orang dilakukan di seluruh dunia,” ujarnya.

Komentar-komentarnya mengenai kerja sama antara pemerintah di luar negeri, yang menurutnya dipimpin oleh Direktorat Luar Negeri NSA, berlawanan dengan sikap pemerintah Jerman yang tampak terkejut dengan skala pemantauan elektronik di AS.

Jerman telah menuntut penjelasan atas tuduhan Snowden mengenai pengintaian skala besar oleh NSA, dan oleh Inggris lewat sebuah program yang diberi kode ‘Tempora’, terhadap sekutu-sekutu mereka termasuk Jerman dan negara-negara Uni Eropa lainnya, serta lembaga-lembaga dan kedutaan besar UE.

Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan pada kunjungan Presiden AS Barack Obama baru-baru ini bahwa Jerman telah menghindari serangan-serangan teroris berkat informasi dari para sekutu. Namun ia mengatakan harus ada batas untuk pelanggaran privasi dan ia ingin hal itu dibahas minggu depan bersamaan dengan dimulainya pembicaraan perdagangan bebas antara UE dan AS.

Pemerintah Jerman beberapa kali menyinggung taktik-taktik “Perang Dingin” – Merkel menggunakannya lagi Sabtu pada sebuah kampanye politik – dan mengatakan bahwa memata-matai kawan adalah sesuatu yang tidak dapat diterima. Juru bicaranya mengatakan bahwa sebuah perjanjian perdagangan yang melintasi Samudera Atlantik memerlukan tingkat “saling percaya.”

Kepala intelijen dalam negeri mengatakan tidak tahu menahu mengenai program pengintaian NSA. Namun pihak-pihak oposisi Jerman, yang menyasar pemilihan federal pada September, bersikeras bahwa seseorang di kantor Merkel, tempat badan-badan intelijen Jerman terkoordinasi, pasti tahu apa yang terjadi.

Pemerintah Jerman tidak segera merespon permintaan atas pernyataan dalam laporan Der Spiegel, yang menindaklanjuti laporan minggu lalu di harian Perancis Le Monde yang mengatakan Perancis juga memiliki program pemantauan yang ekstensif.

Der Spiegel melaporkan bahwa rata-rata setiap hari, NSA mengawasi sekitar 20 juta hubungan telepon di Jerman dan 10 juta set data Internet, sampai ke 60 juta sambungan telepon pada hari sibuk.

Orang-orang Jerman terutama sensitif terhadap pengintaian karena program sama yang dilakukan oleh pemerintahan Republik Demokrat Jerman (GDR) yang komunis dan pada era Nazi.

Der Spiegel mengatakan wawancara dilakukan ketika Snowden masih tinggal di Hawaii, melalui surat-surat elektronik berisi sandi dengan pembuat film dokumenter AS Laura Poitras dan peretas Jacob Appelbaum.

Snowden mengatakan pada mereka bahwa sekutu-sekutu terdekat Amerika terkadang bertindak lebih jauh dibandingkan NSA dalam intensitas pengumpulan data.

Program Tempora oleh badan pengintaian Inggris GCHQ dikenal dalam dunia intelijen sebagai "tak tanggung-tanggung".

"Badan itu menyedot semua informasi, tidak peduli datangnya dari mana dan hukum mana yang dilanggar,” ujar Snowden.

“Jika Anda mengirim sebuah paket data dan melewati Inggris, kami akan mendapatkannya. Jika Anda mengunggah apapun dan peladen (server) ada di Inggris, kami akan mendapatkannya.”

Jika NSA diperintahkan untuk menarget individu tertentu, badan itu secara virtual mengambil alih data seseorang “sehingga komputer milik target tersebut tidak lagi dimiliki olehnya, namun sedikit banyak dimiliki pemerintah AS.” (Reuters/Stephen Brown)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG