Tautan-tautan Akses

Novartis, Google Kembangkan Lensa Kontak 'Pintar'


Brian Otis, pemimpin proyek Google X, ,memegang lensa kontak yang Google uji coba untuk mengeksplorasi kadar gula di air mata di Mountain View, California, 15 Januari 2014. (Foto:dok.)

Brian Otis, pemimpin proyek Google X, ,memegang lensa kontak yang Google uji coba untuk mengeksplorasi kadar gula di air mata di Mountain View, California, 15 Januari 2014. (Foto:dok.)

Produsen obat Swiss, Novartis tandatangani kerjasama dengan Google untuk kembangkan lensa kontak “pintar” yang membantu penderita diabetes menelusuri kadar glukosa darah atau mengembalikan kemampuan mata untuk fokus.

Alat untuk penderita diabetes akan mengukur glukosa dalam cairan air mata dan mengirim data tanpa melalui kabel ke perangkat mobile, kata Novartis. Teknologi ini berpotensi untuk mengubah hidup para banyak penderita diabetes, yang menusuk jari mereka sebanyak 10 kali setiap harinya untuk memeriksa produksi gula mereka.

Kalau hal ini sukses makan Novartis bisa berkompetisi di pasar penelusuran gula darah global yang diharapkan bernilai belih dari $12 miliar pada tahun 2017, menurut perusahaan penelitian GlobalData. Diabetes diidap sekitar 382 juta orang di seluruh dunia.

Banyak orang dengan diabetes Type 1 dan beberapa dengan diabetes Type 2 memonitor kadar gula darah mereka untuk membantu menjaga kondisi mereka dan mengurangi resiko komplikasi kesehatan seperti amputasi dan buta.

Simon O'Neill, direktur intelijen kesehatan di sebuah badan amal Diabetes UK, mengatakan bidang ini akan “menyambut investasi di teknologi baru yang mungkin suatu hari nanti mempunyai potensi untuk memberikan kemudahan bagi orang-orang atau untuk memberikan lebih banyak pilihan.”

Namun ia menambahkan bahwa tanpa mengetahui lebih dalam tentang teknologi ini, “kami tidak tahu bagaimana teknologi ini bisa berkembang menjadi sesuatu yang tersedia setiap saat atau berapa lama teknologi ini akan tercapai.”

Elemen kedua dari kesepakatan dengan Google fokus pada presbyopia, di mana mata yang sudah tua mempunyai kesulitan fokus pada obyek-obyek dekat. Novartis berharap teknologi lensa bisa membantu mengembalikan kemampuan mata untuk fokus, hampir seperti autofocus pada kamera.

Teknologi yang tersemat

Sensor non-invasif, microchip dan eletronik miniatur lainnya akan disematkan ke lensa kontak.

Dalam kesepakatan tersebut, unit perawatan mata Novartis, Alcon akan mengembangkan dan mengkomersialisasikan teknologi lensa yang didesain oleh Google, tim pengembangan perusahaan Amerika tersebut.

Detil keuangan tidak diungkapkan.

Aliansi ini datang di saat produsen obat mengekslporasi cara-cara teknologi me membentuk kembali kesehatan, membantu pasien memonitor kesehatan mereka sendiri dan menurunkan biaya mengatasi penyakit kronis.

Pada gilirannya, perusahaan teknologi seperti Apple, Samsung Electronics dan Google mencoba mencari aplikasi berkaitan dengan kesehatan untuk perangkat yang bisa dipakai.

CEO Novartis Joe Jimenez mengatakan ia berharap sebuah produk bisa dipasarkan lima tahun mendatang.

"Kerjasama ini menggabungkan teknologi tinggi dengan biologi, dan itu merupakan kombinasi yang menggembirakan bagi kami,” Jimenez mengatakan pada Reuters.

“Saya pikir Anda akan melihat lebih banyak bidang-bidang kebutuhan medis yang belum terpenuhi di mana perusahaan seperti Novartis akan mengambil pendekatan non-tradisional untuk menjawab kebutuhan tersebut.”

Walaupun kesepakatan lisensi hanya untuk mata, Jimenez menambahkan produsen obat juga berpikir tentang bagaimana teknologi bisa diaplikasikan ke area-area lain seperti memonitor kegagalan jantung pasien dari jauh.

XS
SM
MD
LG