Tautan-tautan Akses

Nominasi Capres Trump Picu Beragam Reaksi


Para aktivis pro-imigran yang menentang pencalonan Donald Trump, melakukan aksi protes di Cleveland, Rabu (20/7).

Para aktivis pro-imigran yang menentang pencalonan Donald Trump, melakukan aksi protes di Cleveland, Rabu (20/7).

Miliarder Donald Trump telah memenangkan nominasi calon presiden Partai Republik Selasa malam (19/7). Reaksi pro dan kontra di dalam dan luar arena pun bermunculan.

"Donald Trump wants to attack us, what do we do ? Stand up, fight back!", teriak para demonstran di Cleveland, Ohio.

Demonstrasi memuncak sejak Selasa sore (19/7) di beberapa tempat di sekitar Quicken Loans yang menjadi arena utama Konvensi Nasional Partai Republik. Sedikitnya ada 20 kelompok yang menggelar demonstrasi dengan berbagai tema, yang tentunya bermuara pada setuju atau tidak dengan nominasi calon presiden Donald Trump.

Nicole Cababa dari Bayan USA – satu organisasi yang membawahi imigran Filipina di Amerika – mengatakan sudah saatnya warga yang tidak setuju dengan gagasan-gagasan berbahaya Donald Trump untuk bangkit dan bersuara.

''Kami berada disini untuk bergabung dengan kekuatan yang menentang Trump. Kita harus menghentikan agenda anti-imigran, anti-Muslim dan anti-pekerja. Partai Republik dengan mudah mengkambinghitamkan para imigran atas terjadinya krisis ekonomi ini, padahal faktanya kelompok kaya yang berjumlah 1% yang menguasai seluruh sumber daya di Amerika dan mereka tidak menyisakan apapun bagi kita," ujar Nicole.

Hal serupa disampaikan Danny Vittorio, imigran asal New Meksiko yang dibawa kedua orang tuanya pindah ke Amerika sejak ia masih berusia tiga tahun, dan James Stuart – mahasiswa di salah satu universitas di Ohio.

''Kami berada di sini untuk menunjukkan bahwa kami tidak bisa lagi mentolerir komentar-komentar rasis Donald Trump. Kami tidak ingin ini terus berlanjut dan berbuah menjadi aksi kekerasan. Apa kita bisa berharap hal ini akan berakhir jika Trump menjadi Presiden?," ungkap Danny.

Sementara, James mengatakan, "Donald Trump akan selalu berubah pikiran. Ketika opini publik berubah tentang sesuatu, Donald Trump juga akan mengubah pendapatnya."

Demonstran pro dan anti-Trump beradu mulut di luar gedung tempat berlangsungnya Konvensi Partai Republik di Cleveland, Ohio, Rabu (20/7).

Demonstran pro dan anti-Trump beradu mulut di luar gedung tempat berlangsungnya Konvensi Partai Republik di Cleveland, Ohio, Rabu (20/7).

Namun, banyak pula pendukung Trump yang bersuara lantang dan bahkan beradu-pendapat dengan mereka yang anti-Trump.

Dan tentunya para pendukung Trump di dalam arena, antara lain mantan walikota New York Rudy Giulianni yang ditemui VOA seusai menjadi pembicara.

''Saya telah melihat bagaimana Donald Trump melakukan hal-hal yang belum pernah dilihat orang. Ia punya kapasitas untuk melakukan perubahan. Ia adalah kandidat anti-establishment yang akan mengubah Amerika,'' puji Giulianni.

Hal senada disampaikan Sajid Tarar, pendiri organisasi ''Muslims for Trump''.

''Hal pertama yang sangat mendasar adalah kami menjadi bagian dari Partai Republik karena kami berasal dari negara-negara konservatif dengan nilai-nilai konservatif. Kini Donald Trump berupaya menjelaskan dengan lebih rinci apa yang dimaksudnya dengan melarang kaum Islam masuk ke Amerika dan apa pengecualiannya. Tentu saja saya berharap warga Muslim akan mendukung Trump,'' tutur Sajid.

Beragam reaksi tampaknya masih akan terus bermunculan menanggapi keberhasilan Trump memenangkan nominasi calon presiden Partai Republik. Tidak saja di dalam dan luar arena konvensi, tetapi tentunya juga ketika Trump kelak berhadapan dengan Hillary Clinton – calon presiden Partai Demokrat. New York akan menjadi kota pertama dimana kedua calon presiden akan saling berhadapan. [em]

XS
SM
MD
LG