Tautan-tautan Akses

Nobel Kedokteran Direbut Ilmuwan Irlandia, Jepang dan China


Anggota Komite Institut Nobel Karolinska dari kiri: Jan Andersson, Juleen Zierath dan Hans Forssberg, mengumumkan peraih anugerah Nobel kedokteran 2015 di Stockholm (5/10). Peraih tahun ini (nampak pada layar): William Campbell (Irlandia) dan Satoshi Omura (Jepang) dan Tu Youyou (China).

Anggota Komite Institut Nobel Karolinska dari kiri: Jan Andersson, Juleen Zierath dan Hans Forssberg, mengumumkan peraih anugerah Nobel kedokteran 2015 di Stockholm (5/10). Peraih tahun ini (nampak pada layar): William Campbell (Irlandia) dan Satoshi Omura (Jepang) dan Tu Youyou (China).

Panitia Hadiah Nobel mengatakan, kedua temuan itu telah memberi umat manusia cara baru yang ampuh memerangi penyakit-penyakit berbahaya yang diderita ratusan juta orang setiap tahunnya.

Pemenang hadiah Nobel pertama tahun ini telah diumumkan.

Panitia Nobel di Stockholm telah menganugerahkan penghargaan bergengsi dunia kedokteran kepada para ilmuwan dari Irlandia, Jepang dan China.

William Campbell dari Irlandia dan Satoshi Omura dari Jepang terpilih karena mereka mengembangkan terapi baru untuk mengatasi infeksi yang disebabkan parasit cacing gelang. Ilmuwan China Tu Youyou menemukan obat yang secara signifikan menurunkan laju kematian pasien penderita malaria.

Dengan kedua temuan itu, Campbell, Omura dan Tu bersama-sama berbagi penghargaan Nobel Kedokteran.

Panitia Hadiah Nobel mengatakan, kedua temuan itu telah memberi umat manusia cara baru yang ampuh memerangi penyakit-penyakit berbahaya yang diderita ratusan juta orang setiap tahunnya. Temuan-temuan itu, katanya, memperbaiki kesehatan manusia dan mengurangi penderitaan secara luar biasa.

Campbell saat ini tercatat sebagai peneliti di Universitas Drew di Madison, New Jersey. Omura, yang memiliki dua gelar doktor -- farmasi dan kimia – adalah mantan guru besar di Universitas Kitasato, Jepang.

Tu adalah seorang guru besar di China Academy of Traditional Medicine. [ab]

XS
SM
MD
LG