Tautan-tautan Akses

Nilai Mata Uang China Turun untuk Hari Ketiga Berturut-turut


Pegawai China Merchants Bank menghitung lembaran uang 100 yuan di Hefei, provinsi Anhui.

Pegawai China Merchants Bank menghitung lembaran uang 100 yuan di Hefei, provinsi Anhui.

Sejauh ini, mata uang itu telah turun nilainya kira-kira 4 persen sejak perubahan pertama kurs acuan pasar.

China telah membiarkan kurs mata uang yuan melemah terhadap dolar untuk hari ketiga berturut-turut.

Bank Sentral hari Kamis (13/8( menetapkan kurs acuan harian yuan hanya 1 persen di bawah kurs hari sebelumnya, menjadi kira-kira 6,40 yuan per dolar.

Beijing mengendalikan yuan dengan ketat, membiarkan mata uang itu diperjual belikan dengan kurs 2 persen di atas atau di bawah kurs acuan, yang ditetapkan setiap hari.

Sejauh ini, mata uang itu telah turun nilainya kira-kira 4 persen sejak perubahan pertama kurs acuan pasar.

Bank sentral pekan ini mengatakan koreksi “satu kali” itu dimaksudkan untuk memberi pasar peran yang lebih besar dalam menentukan nilai atau kurs yuan.

Tetapi banyak investor khawatir intervensi itu menandakan pertumbuhan ekonomi kedua terbesar di dunia itu sedang melamban lebih besar daripada dugaan sebelumnya.

Ada juga keprihatinan intervensi itu dapat mendorong negara-negara lain mendevaluasi mata uang mereka, karena yuan yang lebih lemah membuat ekspor China lebih bersaing bagi para pembeli di luar negeri.

XS
SM
MD
LG