Tautan-tautan Akses

Nigeria, Tiongkok Tandatangani Kontrak Minyak 23 Miliar Dolar


Nigeria kaya sumber daya minyak, terutama di wilayah Delta Niger, namun kekurangan bahan bakar.

Nigeria kaya sumber daya minyak, terutama di wilayah Delta Niger, namun kekurangan bahan bakar.

Tiongkok sepakat untuk membangun tiga tempat penyulingan bensin dan kompleks pengolahan bahan bakar di Nigeria.

Nigeria telah menandatangani kesepakatan bernilai 23 miliar dolar dengan Tiongkok untuk membangun tiga tempat penyulingan bensin dan sebuah kompleks pengolahan bahan bakar di negara Afrika yang kaya minyak namun kekurangan bahan bakar itu.

Kesepakatan antara perusahaan pemerintah Nigerian National Petroleum Corporation dan China State Construction Engineering Corporation Limited diperkirakan akan meningkatkan kemampuan penyulingan minyak Nigeria sebesar 750 ribu barel per hari.

Nigeria melalui sebuah pernyataan mengatakan, negara itu ingin mengurangi pengeluaran sebesar kira-kira 10 miliar dolar per tahun yang digunakan untuk mengimpor bahan bakar yang sudah disuling.

Belum segera diketahui kapan pembangunan akan dimulai dan dimana lokasi tempat penyulingan itu.

Produksi empat tempat penyulingan minyak yang kini dimiliki Nigeria telah menurun drastis akibat korupsi dan pengelolaan yang keliru.

Sementara dalam berita lainnya, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengatakan persetujuan amnesti yang dicapai dengan pemberontak di selatan yang kaya minyak itu masih berlaku, walaupun tertunda pelaksanaannya.

Jonathan mengatakan pemerintahnya mendukung perdamaian di Delta Niger dan akan berusaha lebih baik untuk mengkoordinasikan pendidikan dan penerimaan kembali bekas militan ke dalam masyarakat.

Presiden mengatakan demikian hari Jumat dalam kunjungan pertamanya ke Delta Niger sejak memangku jabatan presiden pekan lalu.

Ribuan pemberontak di daerah itu menyerahkan senjata mereka tahun lalu sebagai bagian dari persetujuan amnesty yang ditawarkan oleh mendiang Presiden Umaru Yar’Adua. Para militan dijanjikan pendidikan dan pekerjaan sebagai bagian persetujuan itu. Namun, proses itu macet ketika Presiden Yar’Adua jatuh sakit bulan November lalu.

Sebelumnya pekan ini, pemerintahan Jonathan mengatakan mereka akan memulai kembali program amnesti itu.

XS
SM
MD
LG