Tautan-tautan Akses

AS

7 Tahun Pasca Katrina, New Orleans Masih Terus Bebenah Diri

  • Tala Hadavi

Jembatan St. Claude Ave. di kota New Orleans (foto: dok). Miliaran dolar telah dibelanjakan untuk membangun kembali kota ini, namun hasilnya belum memuaskan.

Jembatan St. Claude Ave. di kota New Orleans (foto: dok). Miliaran dolar telah dibelanjakan untuk membangun kembali kota ini, namun hasilnya belum memuaskan.

Di kota New Orleans, negara bagian Louisiana, meskipun akibat bencana angin topan Katrina masih terlihat, banyak juga perbaikan yang berhasil dilakukan.

Pada tanggal 25 Agustus 2005, selama lebih dari 12 jam, angin topan Katrina menyapu habis wilayah Amerika di sepanjang daerah Teluk Meksiko dengan kecepatan lebih dari 233 kilometer per jam, menewaskan lebih dari 1.700 orang dan mengakibatkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Akibat angin topan Katrina, kota New Orleans porak poranda. Seratus dua puluh ribu dari 200.000 rumah hancur. Delapan puluh persen kota kebanjiran.

“Bukan angin topan itu yang menghancurkan kota, tetapi karena tanggul yang ambruk,” ujar John Bigounet, yang menulis buku dan drama mengenai angin topan itu dan akibatnya.

Ia menuding bencana itu diakibatkan oleh masalah dengan sistem penanggulangan banjir. “Kita bisa lihat garis banjir itu.” Jelas, air tidak meluap melampaui tanggul, tetapi tanggul itu ambruk dari bawah. Tanggul itu tidak dibangun dengan menggunakan cukup baja,” katanya.

Sekarang, empat belas miliar dolar telah dibelanjakan untuk membangun kembali sistem penanggulangan banjir. Lebih dari miliaran dolar juga telah dibelanjakan untuk pembangunan kembali bagian-bagian lain kota itu. Namun, fotografer Frank Relle yang mendokumentasikan pemulihan kota itu mengatakan, hasilnya sejauh ini belum meyakinkan.

“Ada perpustakaan baru yang sedang dibangun tepat di sini. Tetapi, pada saat bersamaan, ada orang-orang yang kesulitan membangun kembali, “ paparnya.

Perayaan Mardi Gras yang menjadi tradisi kota New Orleans tahun lalu (Maret 2011).

Perayaan Mardi Gras yang menjadi tradisi kota New Orleans tahun lalu (Maret 2011).

Segera setelah bencana itu, banyak professional muda pindah ke New Orleans untuk membantu pembangunan kembali. Banyak yang kemudian memutuskan untuk tinggal.

Bigounet mengatakan kemiskinan di New Orleans sekarang lebih sedikit daripada sebelumnya, tetapi itu karena banyak orang miskin tidak mampu untuk kembali ke kota itu.

“Kota itu sedikit lebih kaya, lebih baru dan lebih putih daripada sebelum banjir. Kota itu sekarang berubah. Karena itulah banyak orang yang masih menyimpan bekas luka lama yang mereka alami enam tahun lalu,” tambahnya.

Angin topan Katrina mengubah New Orleans selamanya. Bencana itu menghapus sebagian besar kota dan bagian-bagian kota yang sedang dibangun tidak akan selesai dalam waktu dekat. Namun, sebuah kota baru mulai muncul; kota dengan warga baru dan yang kembali yang punya visi yang serupa bagi masa depan kota itu.
XS
SM
MD
LG