Tautan-tautan Akses

Di Asia, Netflix Tersandung Regulasi, Konten, Kompetisi


Papan penunjuk kantor pusat Netflix di Los Gatos, California.

Papan penunjuk kantor pusat Netflix di Los Gatos, California.

Mulai dari keluhan atas program yang jauh lebih sedikit dibandingkan di AS sampai keterlambatan penayangan dan isu hak cipta, peluncuran Neflix secara global tidak mulus.

Berbulan-bulan setelah peluncuran globalnya, Netflix menghadapi masalah di beberapa pasar besar Asia seiring kesulitannya menyediakan konten yang cukup kuat untuk menarik konsumen di tengah persaingan ketat, serta menghadapi banyak kendala regulasi. Hal ini menggarisbawahi kekhawatiran mengenai jumlah pelanggan yang mengecewakan minggu ini.

Mulai dari keluhan atas program yang jauh lebih sedikit dibandingkan di Amerika Serikat sampai keterlambatan dalam menayangkan film seri andalan "House of Cards" di beberapa pasar karena isu hak cipta, peluncuran raksasa penyiaran video AS Januari lalu di 130 pasar baru di seluruh dunia, termasuk di Asia, tidak mulus.

Ketika diluncurkan di Indonesia bulan Januari, misalnya, Netflix berhadapan dengan lembaga sensor film karena berisi konten yang dianggap mengandung unsur kekerasan dan seksualitas. Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menuntut Netflix membuka kantor lokal dan membayar pajak di negara ini.

Perusahaan telekomunikasi milik negara, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan terus memblokir Netflix sampai ia mematuhi peraturan, ujar Arif Prabowo, wakil presiden untuk komunikasi korporat di Telkom.

Netflix masih tersedia di Indonesia lewat koneksi wfi dan penyedia layanan lainnya.

"Layanan yang diberikan lewat internet membawa pertanyaan baru bagi semua orang, termasuk pembuat kebijakan, dan niat kami adalah mematuhi undang-undang dan regulasi yang berlaku," ujar Jessica Lee, kepala komunikasi Netflix untuk Asia.

Netflix memiliki 34,5 juta pelanggan internasional, lebih sedikit daripada 47 juta pelanggan di AS pada akhir kuartal ini. Tidak jelas berapa banyak pelanggannya di Asia.

Di Korea Selatan, di mana konten lokal populer dan konsumen memiliki banyak opsi penyiaran, situs Netflix menawarkan kurang dari 20 acara TV atau film lokal.

Hak-hak pemrograman juga merupakan isu secara global.

Per Januari, Netflix Australia, yang diluncurkan lebih dari setahun yang lalu, menawarkan hanya 443 acara TV, dibandingkan dengan 1.157 di AS, dan memiliki 1.585 film, dibandingkan dengan 4.593 di Irak, Haiti, Kuba dan banyak negara lainnya, menurut Finder.com.

Netflix masih belum mendapat izin untuk memasuki pasar yang diperebutkan namun sangat dibatasi di China. [hd]

XS
SM
MD
LG