Tautan-tautan Akses

Israel-Hamas Gelar Perundingan, Netanyahu Bela Tindakan Israel


PM Israel Benjamin Netanyahu membela tindakan negaranya dalam konferensi pers di Yerusalem, hari Rabu (6/8).

PM Israel Benjamin Netanyahu membela tindakan negaranya dalam konferensi pers di Yerusalem, hari Rabu (6/8).

PM Israel Benjamin Netanyahu hari Rabu (6/8) membela tindakan negaranya di Gaza dan mengatakan ofensif militer Israel “dibenarkan” dan "proporsional”.

Gencatan senjata yang rapuh selama 72 jam di Jalur Gaza hari Rabu (6/8) memasuki hari kedua, sementara delegasi Israel dan Hamas berunding di Kairo untuk memperpanjang gencatan tersebut.

Sangat sedikit rincian diketahui tentang negosiasi guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung sebulan itu, dan masih belum jelas apakah Mesir akan bisa menengahi tercapainya kesepakatan jangka panjang.

Perundingan digelar setelah tewasnya lebih dari 1.800 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, dan 67 orang termasuk tiga warga sipil Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Rabu membela tindakan negaranya di Gaza dan mengatakan ofensifnya “dibenarkan” dan “proporsional” sebagai respons terhadap serangan roket oleh Hamas.

Hamas menuntut Israel agar mencabut blokade atas Gaza yang telah mencekik ekonomi kawasan itu dan menghalangi warga Palestina keluar dari wilayah padat dan miskin itu.

Israel mengatakan bersedia melonggarkan pembatasan di Gaza hanya jika mendapat jaminan Hamas tidak akan menggunakan kebebasan itu untuk mengimpor roket atau senjata lainnya.

Berbicara di Yerusalem, jurubicara badan PBB urusan anak (UNICEF) Catherine Weibel mengatakan kepada VOA dampak konflik itu terhadap warga sipil di Gaza telah mencapai level krisis.

Ia mengatakan UNICEF mendapat data lebih dari 400 anak telah tewas dan 3.000 lainnya cedera parah.

XS
SM
MD
LG