Tautan-tautan Akses

Nestle Sangkal Ada Tenaga Kerja Paksa dalam Jaringan Pasokan Makanan


Logo Nestle di kantor pusat perusahaan itu di Vevey, Swiss.

Logo Nestle di kantor pusat perusahaan itu di Vevey, Swiss.

Gugatan hukum terhadap Nestle menuding perusahaan makanan Swiss itu mendukung sistem kerja paksa dan perdagangan manusia untuk membuat makanan kucing “Fancy Feast.”

Perusahaan makanan Nestle mengatakan “tidak ada tenaga kerja paksa dalam jaringan pasokan kami,” menyusul gugatan hukum berkelompok atau class action di AS yang menuding perusahaan makanan Swiss itu mendukung sistem kerja paksa dan perdagangan manusia untuk membuat makanan kucing “Fancy Feast.”

Dalam email kepada kantor berita Associated Press, Minggu (30/8), Nestle tidak menyangkal tuduhan tersebut tetapi mengatakan pedoman mereka mengharuskan pemasok untuk menghormati hak asasi manusia.

Pernyataan itu menggarisbawahi langkah-langkah yang telah diambil Nestle untuk memberantas kerja paksa dalam jaringan pasokan makanan laut mereka.

Kantor pengacara Hagens Berman mengajukan gugatan hukum tersebut Kamis dengan mengatasnamakan pembeli makanan hewan tersebut. Ditambahkannya bahwa mereka tidak akan membeli makanan hewan yang dibuat dari makanan laut jika mengetahui adanya penggunaan “tenaga budak” dalam beberapa bahan yang diimpor oleh Nestle dan mitranya dari Thailand.

XS
SM
MD
LG