Tautan-tautan Akses

Nepal Larang Anak Bepergian Tanpa Orangtua atau Wali


Perempuan dan anak-anak Nepal antri pembagian makanan di kamp pengungsi gempa di Kathmandu (foto: dok). Pemerintah Nepal berusaha mencegah perdagangan anak menyusul bencana gempa baru-baru ini.

Perempuan dan anak-anak Nepal antri pembagian makanan di kamp pengungsi gempa di Kathmandu (foto: dok). Pemerintah Nepal berusaha mencegah perdagangan anak menyusul bencana gempa baru-baru ini.

Pemerintah Nepal menerapkan aturan itu guna mencegah perdagangan anak menyusul bencana gempa baru-baru ini.

Pemerintah Nepal menetapkan semua anak yang bepergian di negara itu harus didampingi orangtua atau wali mereka, guna mencegah perdagangan anak menyusul bencana gempa baru-baru ini.

Kementerian perempuan, anak dan kesejahteraan sosial Nepal hari Selasa (26/5) mengatakan, kebijakan itu untuk melindungi anak-anak tunawisma yang saat ini tinggal di kamp-kamp penampungan.

Ram Prasad Bhattarai, pejabat kementerian itu, mengatakan anak dan orang dewasa yang bepergian bersama antar distrik harus membawa surat dari pihak berwenang.

Peraturan itu dikeluarkan beberapa hari setelah polisi mencegat dua kelompok anak-anak yang naik bus bersama sejumlah orang dewasa yang bukan keluarga mereka. Anak-anak itu sekarang ditampung dan polisi sedang menyelidiki kasus itu.

Pemerintah juga telah menangguhkan adopsi oleh warga asing.

Ribuan anak Nepal diperdagangkan setiap tahun ke India untuk bekerja sebagai buruh atau pelacur.

Gempa berkekuatan 7,8 melanda Nepal tanggal 25 April lalu, menewaskan sedikitnya 8.490 orang. Negara itu kembali dilanda gempa berkekuatan 7,3 dua minggu kemudian yang menewaskan 158 orang. Hampir 17.000 orang terluka akibat kedua gempa tersebut.

XS
SM
MD
LG