Tautan-tautan Akses

AS

Kerry: GCC Sepakat Persetujuan Nuklir Iran Tingkatkan Keamanan Kawasan


Menlu AS John Kerry memberikan konferensi pers usai pertemuan dengan para Menlu Dewan Kerjasama Teluk di Doha, Qatar, Senin (3/8).

Menlu AS John Kerry memberikan konferensi pers usai pertemuan dengan para Menlu Dewan Kerjasama Teluk di Doha, Qatar, Senin (3/8).

Menlu AS John Kerry mengatakan, menteri-menteri luar negeri dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC) sepakat bahwa persetujuan nuklir Iran akan menyumbang pada keamanan kawasan itu, setelah dilaksanakan sepenuhnya.

Komentar Menteri Luar Negeri AS John Kerry hari Senin (3/8) di Doha, Qatar itu, muncul menyusul pembicaraan dengan menteri-menteri negara Teluk tentang persetujuan nuklir Iran dan isu-isu lain.

Kerry mengatakan, pemerintah AS dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) juga sepakat untuk membentuk sebuah kelompok kerja yang akan berusaha memperluas keamanan kawasan, lewat kerjasama dalam isu-isu tertentu, seperti berbagi intelijen, pelatihan pasukan khusus dan keamanan maritim.

Tampil bersama Kerry, Menteri Luar Negeri Qatar, Khaled al-Attiya menawarkan sebuah dukungan yang hati-hati terhadap persetujuan nuklir Iran itu, dan menyebutnya sebagai “opsi terbaik.”

Katanya, ke 6 anggota Dewan Kerjasama Teluk ini terkesan dengan presentasi persetujuan itu oleh Kerry serta penjelasan tentang bagaimana proses verifikasi dan pemberlakuannya akan berlangsung.

Diplomat teras Qatar itu menambahkan, negara-negara Arab di Teluk ingin melihat sebuah larangan terhadap senjata nuklir di seluruh Timur Tengah.

Kedua belah fihak juga membahas isu-isu kawasan lain, termasuk kekisruhan di Libia, serta juga kekerasan yang dilancarkan oleh militan ISIS di Suriah dan Irak.

“Tantangan yang mendesak dan kompleks tidak habis-habisnya dan dihadapi oleh Amerika, Qatar dan negara-negara Teluk,” kata Kerry. Tetapi dia menambahkan, peluang pun tidak kalah banyaknya.

Kerry menjanjikan dana tambahan senilai 62 juta dolar bagi bantuan kemanusiaan di Irak. Katanya, sumbangan itu akan menambah sumbangan kemanusiaan Amerika kepada kawasan menjadi 475 juta dolar selama satu setengah tahun terakhir ini.

Beberapa anggota Dewan Teluk telah mempertanyakan apakah kesepakatan nuklir dengan Iran, yang akan memberdayakan Iran, bisa berakibat de-stabilisasi kawasan.

Mereka juga mempertanyakan, apakah Iran akan mempergunakan pendapatan tambahan akibat penghapusan sanksi internasional untuk mendanai kelompok militan seperti Hezbollah di Lebanon.

Pembicaraan Kerry dengan menteri-menteri luar negeri dari Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman dan Persatuan Emirat Arab menyusul pertemuan Presiden Barak Obama dengan wakil-wakil negara itu Mei lalu.

Obama mengatakan, Amerika akan memperdalam kerjasama keamanan, termasuk menyelenggarakan lebih banyak latihan gabungan, mempercepat penjualan senjata, serta membantu membangun sebuah sistem misil yang terkoordinir.

Disela-sela pertemuan Dewan Teluk itu, Kerry dan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, serta diperkirakan akan membahas krisis di Suriah.

Dari Qatar, Kerry akan melakukan perjalanan ke Singapura, Malaysia dan Vietnam, tiga negara yang terlibat dalam pembicaraan tentang Kemitraan Trans-Pasifik yang akan memotong tarif dan perintang perdagangan.

XS
SM
MD
LG