Tautan-tautan Akses

Bali Democracy Forum Sepakat Wujudkan Tata Pemerintahan Global Demokratis

  • Muliartha

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri A.M Fachir pada acara Bali Democracy Forum (9/11)

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri A.M Fachir pada acara Bali Democracy Forum (9/11)

Negara peserta Bali Democracy Forum sepakat untuk mewujudkan tata pemerintahan global yang lebih demokratis, yang diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan keamanan internasional.

Negara-negara peserta pertemuan ke-5 Bali Democracy Forum (BDF) atau Forum Demokrasi Bali sepakat untuk mewujudkan tata pemerintahan global yang lebih demokratis. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri A.M Fachir dalam keteranganya usai penutupan pertemuan ke-5 BDF di Nusa Dua Bali Jumat siang.

A.M Fachir mengungkapkan secara umum delegasi negara peserta BDF memandang perlu suatu tata pemerintahan global yang lebih demokratis dalam menghadapi permasalahan global. Sebab tata pemerintahan global yang demokratis akan memberi kontribusi dalam upaya mewujudkan stabilitas keamanan global dan pembangunan ekonomi. Apalagi tata pemerintahan yang ada saat ini dinilai belum mampu menyelesaikan berbagai permasalahan global yang muncul.

“Perlu ada reformasi yang bisa secara efektif mengelola berbagai macam persoalan atau tantangan, katakanlah ada yang sifatnya sudah sekian lama, misalnya masalah Palestina, itu sudah berapa puluh tahun? Kemudian juga bagaimana sistem sekarang ini tidak bisa mencegah terjadinya bencana kemanusiaan di Suriah, misalnya,” ungkap A.M Fachir.

Direktur Eksekutif Institute for Peace and Democracy atau Institute untuk Perdamaian dan Demokrasi, Dr. I Ketut Putra Erawan menyatakan tata pemerintahan global yang demokratis menjadi sangat penting karena kekuatan ekonomi dan politik saat ini tidak lagi berada pada satu negara.

Sedangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap BDF yang merupakan forum berbagi pandangan dan pemikiran dalam bidang demokrasi, kedepannya terus berkembang sebagai upaya mempromosikan prinsip-prinsip demokrasi.

Susilo Bambang Yudhoyono juga berharap presiden Indonesia selanjutnya akan mampu mengembangkan BDF di tahun-tahun mendatang.
XS
SM
MD
LG