Tautan-tautan Akses

Negara-negara Barat Tingkatkan Tekanan pada Mesir


Petugas berusaha memadamkan kebakaran di gedung pemerintahan di Kairo yang diserang dan dibakar oleh para demonstran Mesir yang marah. (AP/Hassan Ammar)

Petugas berusaha memadamkan kebakaran di gedung pemerintahan di Kairo yang diserang dan dibakar oleh para demonstran Mesir yang marah. (AP/Hassan Ammar)

Pemerintah Mesir tidak bergeming meskipun ada kecaman internasional atas tindakan kerasnya terhadap demonstran yang menewaskan lebih dari 500 orang.

Negara-negara Barat telah meningkatkan tekanan pada pemerintah sementara Mesir, sehari setelah tindakan keras terhadap para pendukung presiden Islamis terguling Mohamed Morsi mengakibatkan ratusan orang tewas.

Presiden AS Barack Obama, Kamis (15/8), mengatakan ia telah membatalkan latihan militer gabungan Amerika-Mesir yang dijadwalkan bulan depan. Latihan perang bersandi “Bintang Terang” biasanya diadakan setiap dua tahun dan meningkatkan prestis tentara Mesir, yang hubungannya dengan Amerika dimulai sejak beberapa dekade lalu.

Ketika mengumumkan langkah itu di tengah liburannya di negara bagian Massachusetts, Obama mengatakan ia ingin mempertahankan kerja sama Amerika dengan Mesir, yang menerima lebih dari US$1 miliar bantuan militer Amerika setiap tahun.

Tetapi, ia memperingatkan akan melakukan langkah lebih lanjut jika pemerintah Mesir terus terlibat dalam apa yang disebutnya “kekerasan terhadap warga sipil.”

Di Eropa, para duta besar Mesir dipanggil oleh pemerintah Inggris, Perancis, Jerman dan Italia untuk menerima tentangan mereka atas tindakan keras Rabu terhadap demonstran pro-Morsi di Kairo.Turki memanggil pulang duta besarnya di Mesir untuk berkonsultasi.

Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr mengimbau pemerintah Mesir agar menahan diri. Paus Fransiskus minta agar umat berdoa bagi perdamaian di Mesir.

Pemerintah sementara Mesir tidak bergeming meskipun terjadi kecaman internasional atas tindakan kerasnya terhadap demonstran yang menewaskan lebih dari 500 orang.

Kementerian Dalam Negeri Mesir, Kamis (15/8) memberikan wewenang kepada pasukan keamanan untuk menggunakan amunisi tajam dan kekuatan mematikan untuk melindungi diri mereka dan lembaga-lembaga pemerintah.

Pada saat bersamaan, pemerintah sementara negara itu berjanji akan menghadapi terorisme dan sabotase yang katanya dilakukan oleh para pendukung presiden terguling Mohamed Morsi.

Pernyataan terbaru itu diberikan ketika pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Iskandarsyah dan Kairo, melancarkan demonstrasi baru untuk menuntut agar Morsi yang terpilih secara demokratis dikembalikan ke jabatannya.
XS
SM
MD
LG