Tautan-tautan Akses

Negara-negara Asia Didesak Perbaiki Pencatatan Kelahiran


Bayi-bayi yang baru lahir menerima vaksin di rumah sakit di Aksu, daerah otonom Xinjiang Uighur.

Bayi-bayi yang baru lahir menerima vaksin di rumah sakit di Aksu, daerah otonom Xinjiang Uighur.

Anak-anak yang tidak terdaftar tidak dapat mengklaim identitas nasional yang diperlukan untuk mendapatkan hak dan layanan kritis.

Diperkirakan sekitar 135 anak-anak di bawah usia lima tahun di wilayah Asia Pasifik tidak terdaftar di badan pemerintah.

Hal tersebut membuat mereka tidak dapat mengklaim identitas nasional yang diperlukan untuk mengakses hak dan layanan kritis. Untuk itu, sebuah upaya besar akan didorong agar anak-anak tersebut, dan mereka dari kelompok umur yang lain, mendapatkan identitas hukum.

Di tengah kemajuan teknologi digital dan komunikasi, terlalu banyak orang di wilayah Asia Pasifik yang hidup dan mati tanpa meninggalkan jejak resmi.

Menteri-menteri pemerintahan senior dari wilayah ini pada November akan diminta untuk berkomitmen memberikan pengakuan kepada setiap anak, dimulai dengan pendaftaran kelahiran, sebagai bagian untuk mendorong registrasi kependudukan universal dan statistik vital.

Menteri-menteri tersebut akan bertemu di Bangkok akhir tahun ini.

Penasihan regional perlindungan anak untuk Dana PBB untuk Anak-anak (UNICEF), Stephen Blight, mengatakan dalam era ini, kurangya identitas hukum dapat menciptakan tantangan signifikan mulai saat beranjak dewasa.

"Di dunia modern, Anda harus membuktikan usia dan identitas Anda agar banyak peluang terbuka," ujar Blight di Bangkok, Kamis (4/9).

Hal ini termasuk mendapat dokumen-dokumen pentin seperti paspor dan surat izin mengemudi, mendapatkan pekerjaan di sektor formal atau membuka rekening bank. Kurangnya identitas saat ini dapat menjadi penghalang untuk mendapatkan sesuatu sesederhana dan sepenting seperti ponsel.

Jonathan Marskell, konsultan statistik untuk Komisi Ekonomi dan Statistik PBB untuk Asia dan Pasifik (UNESCAP) mengatakan anak-anak dari orangtua yang tidak terdaftar secara hukum kemungkinan besar juga tidak memiliki identitas legal dibandingkan mereka yang orangtuanya terdaftar.

Mencatat informasi pribadi tidak hanya memberi seseorang akses pada layanan pemerintah, namun juga membantu menjamin hak-hak dasar mereka. Hal itu juga memberikan pengetahuan berharga mengenai demografi dan kesehatan penduduk.

Bahkan catatan-catatan akurat mengenai kematian adalah penting. Pemahaman mengapa dan di mana seseorang meninggal membantu memerangi penyakit dan kematian bayi. Namun, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sembilan dari 10 orang di wilayah Asia-Pasifik tinggal di negara-negara tanpa statistik kematian yang dapat diandalkan.

Lebih dari 100 negara berkembang di dunia masih belum memiliki sistem yang berfungsi untuk mendukung pencatatan kelahiran dan peristiwa penting lainnya secara efisien. Situasi ini akut di Asia, yang merupakan tempat bagi sebagian besar dari 15 juta orang tak bernegara di dunia.

Menurut para pejabat PBB, di terlalu banyak tempat, korupsi dan kurangnya sistem serta personel yang memadai masih mencegah orang untuk mendaftarkan diri mereka dan anak-anak mereka.

XS
SM
MD
LG