Tautan-tautan Akses

Negara-Negara Arab Prihatin RUU Amerika Soal Gugatan Keluarga Korban 11 September


Dari kiri: Pangeran Mohammed bin Nayef, Raja Salman, dan Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh, 25 April 2016 (Foto: dok).

Dari kiri: Pangeran Mohammed bin Nayef, Raja Salman, dan Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh, 25 April 2016 (Foto: dok).

Pimpinan Dewan Kerjasama Teluk yang didominasi Saudi, Abdullatif al-Zayani, mengatakan dalam pernyataan bahwa rancangan undang-undang itu bertentangan dengan azas hukum internasional dan memulai pereseden yang berbahaya bagi hubungan luar negeri.

Kelompok enam negara Teluk Arab mengutarakan “keprihatinan mendalam” hari Senin (12/9) karena rancangan undang-undang yang telah disetujui oleh Kongres Amerika yang akan mengizinkan para keluarga korban peristiwa 11 September menggugat pemerintah Arab Saudi atas serangan tersebut.

Pimpinan Dewan Kerjasama Teluk yang didominasi Saudi, Abdullatif al-Zayani, mengatakan dalam pernyataan bahwa rancangan undang-undang itu bertentangan dengan azas hukum internasional dan memulai pereseden yang berbahaya bagi hubungan luar negeri.

DPR Amerika menyetujui rancangan tersebut Jumat lalu, setelah sebelumnya disetujui oleh majelis Senat. Gedung Putih telah memberi isyarat Presiden Obama akan mem-veto rancangan tersebut karena keprihatinan bahwa hal tersebut dapat berbalik merugikan Amerika akibat gugatan hukum yang serupa dari negara-negara lain.

RUU tersebut juga dapat merusak lebih jauh hubungan antara Washington dengan kerajaan yang kaya minyak itu, yang sudah khawatir akan usaha pemerintahan Obama mendekati Iran, saingan Saudi di kawasan tersebut.

Lima belas dari ke-19 orang pembajak pesawat yang menewaskan ribuan orang di New York, daerah Washington, DC dan Pennsylvania adalah warga Saudi.

Kongres bulan Juli lalu merilis pengungkapan 28 halaman laporan rahasia Kongres mengenai peristiwa 11 September yang menghidupkan kembali spekulasi bahwa sebagian dari pembajak mempunyai hubungan dengan para pejabat pemerintah Saudi. Kemudian penyelidikan Amerika mengenai serangan itu tidak dapat membuktikan tuduhan tersebut. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG