Tautan-tautan Akses

Negara-negara Afrika Didesak Lindungi Hak Migran


Buruh migran dari Afrika tiba dengan kapal mereka dari Misrata menunggu evakuasi IOM di pelabuhan Benghazi (5-5-2011). IOM imbau tegakkan perlindungan terhadap migran dalam perangi penyelundupan dan perdagangan manusia.

Buruh migran dari Afrika tiba dengan kapal mereka dari Misrata menunggu evakuasi IOM di pelabuhan Benghazi (5-5-2011). IOM imbau tegakkan perlindungan terhadap migran dalam perangi penyelundupan dan perdagangan manusia.

Meningkatnya jumlah migran internasional dan permasalahannya mendasari pertemuan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di Dakar guna membahas perlindugan migran internasional.

Jumlah migran internasional telah meningkat hingga lebih dari 40 persen sejak tahun 2000, mencapai kira-kira 214 juta orang. Masalah yang diakibatkan oleh meningkatnya arus migran ini adalah sulitnya sistem kontrol perbatasan di seluruh dunia.

Dengan jumlah migran internasional yang terus meningkat, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan saat ini adalah sangat penting bagi pemerintah-pemerintah di Afrika untuk bisa dalam memerangi perdagangan manusia dan melindungi hak-hak para migran.

Untuk membantu negara-negara Afrika Barat dan Tengah dalam mengelola situasi ini dengan lebih baik, IOM menyelenggarakan pertemuan dua-hari di Dakar yang dihadiri utusan dari 13 negara berbahasa Perancis di Afrika Barat dan Tengah, untuk membuka dialog dan meningkatkan kerjasama antar negara untuk mengelola perbatasan dengan lebih baik.

Direktur IOM Regional untuk Afrika Barat dan Tengah, Carmela Godeau, berbicara kepada VOA pada upacara pembukaan hari Senin.

"Pertemuan hari ini dan besok adalah mengenai masalah migrasi gelap dan perlindungan hak-hak migran. Kami selalu berusaha menciptakan kemitraan di kalangan pemerintah, karena migrasi merupakan tantangan yang sangat besar di abad ini, dan tidak ada negara, atau pemerintah yang bisa bertindak sendirian. Kita harus bekerja bersama-sama,” ungkap Godeau.

Menurut Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, di Afrika ada sekitar 19,3 juta migran internasional. Warga Afrika Barat adalah bagian dari penduduk dunia yang paling sering berpindah.

Banyak dari migran ini berpindah secara legal di wilayah itu sebagai bagian dari kesepakatan Masyarakat Ekonomi Negara-negara Afrika Barat yang memungkinkan "perpindahan orang secara bebas di dalam kawasan itu." Tetapi IOM mengatakan pola migrasi yang berubah dan kurangnya pengelolaan perbatasan yang terintegrasi membuat lembaga penegak hukum semakin sulit mengontrol dan memantau arus migran.

Godeau mengatakan migrasi gelap - penyeberangan perbatasan tanpa surat-surat dan ijin - merupakan tantangan yang sangat sulit bagi banyak negara di kawasan itu.

Spesialis masalah Bantuan Migran Regional IOM, Laura Lungarotti, mengatakan tidak ada solusi yang tepat untuk masalah ini, tetapi undang-undang migrasi yang konsisten di seluruh kawasan itu dapat membantu mengurangi penyelundupan migran, bentuk kejahatan lintas negara yang terorganisasi. Lungarotti memperingatkan kepada lembaga penegak hukum supaya melindungi hak-hak masyarakat untuk berpindah secara legal, sambil berusaha memerangi penyelundupan manusia.

IOM mengatakan lokakarya itu akan berlangsung hingga Selasa, namun mereka akan terus bekerja sama dengan para peserta untuk memberlakukan praktik-praktik terbaik dalam mengelola masalah migrasi.
XS
SM
MD
LG