Tautan-tautan Akses

Negara Lain Nilai Indonesia Punya Harapan Baru

  • Iris Gera

Dinna Wisnu, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Jakarta. (VOA/Iris Gera)

Dinna Wisnu, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Jakarta. (VOA/Iris Gera)

Perhatian negara-negara lain sejak Jokowi terpilih menjadi presiden hingga pelantikan yang akan berlangsung Senin, 20 Oktober 2014, karena Indonesia dinilai punya harapan baru.

Demikian disampaikan Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Jakarta, Dinna Wisnu. Usai diskusi di Jakarta, Sabtu (18/10), ia mengatakan di bawah kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla, Indonesia dinilai punya harapan baru melakukan perbaikan-perbaikan pada bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Dinna Wisnu optimistis pemerintahan mendatang mampu memainkan perannya di kalangan internasional. Selain itu menurutnya, negara-negara lain juga masih menilai Indonesia merupakan negara yang mampu berkontribusi dalam perkembangan ekonomi global.

Dari berbagai program kerja yang harus segera dibenahi pemerintahan mendatang, menurut Dinna Wisnu masalah kesejahteraan adalah yang utama karena masyarakat sangat menunggu dan berharap terjadi peningkatan kesejahteraan. Menurutnya, masalah kesejahteraan sangat penting sehingga pemerintaha mendatang harus cepat menunjukkan upayanya agar tetap dipercaya masyarakat.

Sementara pada kesempatan sama, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara sekaligus mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, Sarwono Kusumaatmadja menegaskan, seluruh elemen bangsa harus ikut bekerja dan mendukung pemerintahan mendatang.

“Kita mulai dari situ aja, dan kita ini sebagai warga negara yang punya kepentingan terhadap pemerintahan yang baik harus aktif menggunakan cara-cara yang ada dan caranya banyak sekali untuk memastikan bahwa kita punya pemerintahan sukses, bahwa negara itu hadir demi kita semua. Kebetulan kita punya seorang presiden yang unik dia berasal dari kalangan rakyat biasa yang sukses dan ini merupakan babak baru dalam politik kita bahwa kita punya presiden di luar elite yang ada. Jadi kita juga punya kepentingan dari segi itu untuk memastikan bahwa dia berhasil, jadi kita jangan nonton lihat dia kerja, kita ikut kerja, kalau kita cuma nonton, mengomentari berarti kita bukan bagian dari dia,” ujar Sarwono.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG