Tautan-tautan Akses

NATO Undang Montenegro untuk Bergabung


Menteri Pertahanan Montenegro Milica Pejanovic-Durisic (kiri) didampingi Menteri Luar Negeri Montenegro Igor Luksic (tengah), menyambut Sekjen NATO Jens Stoltenberg (kanan) dalam pertemuan NATO di Brussels (2/12).

Menteri Pertahanan Montenegro Milica Pejanovic-Durisic (kiri) didampingi Menteri Luar Negeri Montenegro Igor Luksic (tengah), menyambut Sekjen NATO Jens Stoltenberg (kanan) dalam pertemuan NATO di Brussels (2/12).

Wakil PM Montenegro Igor Luksic, yang hadir pada pertemuan NATO di Brussels itu, Rabu (2/12), menyebut undangan tersebut “kehormatan besar“ dan tonggak bersejarah sejak Montenegro menjadi negara merdeka sembilan tahun lalu.

NATO telah secara resmi mengundang Montenegro, negara kecil di pesisir Laut Adriatik, untuk bergabung dengan aliansi itu, dalam usaha perluasannya yang pertama sejak 2009.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengumumkan itu, Rabu (2/12), pada sebuah pertemuan para menteri luar negeri NATO, dan menyebutnya sebagai sebuah pencapaian bersejarah bagi negara yang dulunya merupakan bagian dari Yugoslavia.

Meski telah melangsungkan sejumlah reformasi untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan NATO, Montenegro masih memiliki sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi, dan yang paling utama serangkaian pembicaraan kesepakatan dengan para pejabat NATO, sebelum resmi bergabung.

Wakil PM Montenegro Igor Luksic, yang hadir pada pertemuan NATO di Brussels itu, Rabu (2/12), menyebut undangan tersebut “kehormatan besar“ dan tonggak bersejarah sejak Montenegro menjadi negara merdeka sembilan tahun lalu.

Luksic mengatakan, negara berpenduduk 650 ribu orang itu masih harus melangsungkan sejumlah reformasi, dan menjanjikan bahwa negara itu akan terus memerangi korupsi dan kejahatan terorganisasi sementara menggalang dukungan publik yang lebih kokoh bagi keanggotaan NATO.

Ia mengatakan, prestasi Montenegro merupakan kabar baik bagi negara-negara Balkan lainnya karena itu berarti dukungan yang kuat bagi keamanan dan stabilitas wilayah secara keseluruhan.

Rusia telah menunjukkan tentangannya atas keinginan Montenegro bergabung dengan saingan-saingan Barat Moskow. Negara pantai itu dianggap Rusia sebagai tujuan wisata dan tempat yang baik bagi investasi asing. [ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG