Tautan-tautan Akses

NATO Setuju Kirim 4 Batalion ke Baltik, Polandia


Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada konferensi pers di markas NATO di Brussels, Belgia (13/6).

Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada konferensi pers di markas NATO di Brussels, Belgia (13/6).

Untuk menghadapi ancaman agresi Rusia, NATO akan menyetujui pengerahan empat batalion internasional ke Polandia, Estonia, Latvia dan Lithuania.

NATO akan menyetujui pengerahan empat batalion internasional ke Polandia, Estonia, Latvia dan Lithuania, negara-negara yang paling merasa terancam oleh Rusia kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg hari Senin (13/6).

“Ini akan mengirim sinyal jelas bahwa NATO siap membela setiap sekutu” kata Stoltenberg menjelang pertemuan menteri-menteri pertahanan NATO yang dimulai hari Selasa di Brussels di mana para pejabat diperkirakan secara resmi akan menyetujui rencana pengerahan itu. Stoltenberg mengatakan batalion-batalion itu akan bekerja secara bergilir atas perintah para komandan NATO.

Pertemuan itu diadakan menjelang KTT NATO di Warsawa, Polandia bulan Juli mendatang.

Beberapa pemimpin di negara-negara Baltik seperti Latvia, Lithuania dan Estonia mengatakan khawatir pasukan yang rencananya dikerahkan NATO jumlahnya terlalu sedikit untuk mencegah serangan Rusia.

“Kita tidak bisa mengabaikannya, mereka mungkin mengadakan latihan di perbatasan kemudian beralih menginvansi dalam beberapa jam,” kata Menteri Pertahanan Juozas Olekas mengenai kemungkinan agresi Rusia di kawasan Baltik itu.

Ben Hidges komandan pasukan Amerika di Eropa mengulangi keprihatinan negara-negara Baltik itu mengenai kekuatan NATO untuk mencegah serangan dalam kunjungannya baru-baru ini di Vilnius, ibukota Lithuania.

Pengerahan itu adalah sebuah transisi” kata Hidges. “Saya berharap mencakup kemampuan bertempur dalam perang yang serius”, Hanya menempatkan pasukan berjaga-jaga di negara-negara itu tidak akan mencegah serangan.”

Belum ada reaksi dari Rusia, yang para pemimpinnya terus menuduh NATO memindahkan pasukan militer mendekati perbatasannya dan bertekad untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk melindungi keamanan dan kepentingan nasional Rusia.

Bulan Desember lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani strategi keamanan nasional baru bagi Rusia yang dengan tegas menetapkan NATO sebagai ancaman. Para pengamat mengatakan strategi itu mencerminkan memburuknya hubungan antara Rusia dengan negara Barat setelah aneksasi Rusia terhadap Krimea dan dukungan bagi separatis di Ukraina timur dan intervensi militernya di Suriah. [my/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG