Tautan-tautan Akses

NATO Curigai Rusia Kirim Senjata Berat ke Separatis Ukraina


Separatis pro-Rusia siaga dengan senjata mesin mereka di Donetsk, Ukraina timur (foto: dok).

Separatis pro-Rusia siaga dengan senjata mesin mereka di Donetsk, Ukraina timur (foto: dok).

NATO mengatakan telah melihat penambahan kendaraan lapis baja di sisi Rusia yang berbatasan dengan Ukraina.

Sumber NATO mengatakan hari Jumat (7/11) bahwa kendaraan-kendaraan lapis baja di dekat perbatasan Ukraina timur itu tampaknya tak berawak.

Namun, seorang juru bicara mengatakan, kendaran-kendaraan itu berpotensi menjadi penguat senjata berat yang signifikan bagi separatis Ukraina.

Sebelumnya pada hari Jumat, Ukraina mengatakan Rusia telah mengirim puluhan tank, senjata berat, amunisi dan tentara ke Ukraina timur yang didukung oleh Kremlin.

Hari Sabtu (8/11), Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menghindari pertanyaan mengenai keterlibatan militer negaranya di Ukraina. Di sisi KTT APEC di Beijing, Lavrov bertemu Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan pejabat-pejabat lain. Komentarnya kepada wartawan mengenai Ukraina hanyalah kesepakatan gencatan senjata, yang ia katakan, terpulang kepada pemberontakan dan pemerintah Ukraina untuk “menuntaskan pemisahan.”

Juru bicara Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Andriy Lysenko hari Jumat mengatakan sedikitnya 32 tank, 16 artileri howitzer dan 30 truk penuh amunisi dan tentara telah menyeberang dari Rusia ke wilayah Ukraina yang dikuasai oleh separatis hari Kamis.

Lysenko juga mengatakan lima tentara Ukraina tewas dan belasan lainnya cedera dalam pertempuran selama 24 jam terakhir.

Ukraina dan negara-negara Barat kerap menuduh Moskow mendukung daerah separatis Donetsk dan Luhansk dengan senjata dan pasukan.

Rusia telah membantah terlibat langsung dalam pemberontakan itu, yang telah merenggut lebih dari 4.000 nyawa sejak bulan April.

XS
SM
MD
LG