Tautan-tautan Akses

NATO Akhiri Misi Anti-Perompakan di Samudera Hindia


Kapal Frigate 'Hamburg' Jerman berpatroli di perairan lepas pantai Somalia, 15 Agustus 2011 (Foto: dok). Pasukan Kerajaan Udara Denmark melangsungkan misi pengawasan laut terakhir di Samudera Hindia untuk NATO.

Kapal Frigate 'Hamburg' Jerman berpatroli di perairan lepas pantai Somalia, 15 Agustus 2011 (Foto: dok). Pasukan Kerajaan Udara Denmark melangsungkan misi pengawasan laut terakhir di Samudera Hindia untuk NATO.

NATO telah mengakhiri Operasi Perisai Laut setelah terjadi penurun tajam serangan perompak Somalia. Pasukan Kerajaan Udara Denmark melangsungkan misi pengawasan laut terakhir di Samudera Hindia untuk NATO.

Operasi NATO ini adalah bagian dari tanggapan internasional terkoordinasi yang sangat berhasil terhadap ancaman perompakan. Operasi internasional ini melibatkan Uni Eropa, AS dan negara-negara lain yang tidak tergabung dengan aliansi itu.

Sewaktu sedang marak-maraknya, perompakan di lepas pantai Tanduk Afrika memiliki dampak ekonomi sekitar 7 miliar dolar, dengan lebih dari 1.000 orang sempat disandera. Namun sejak 2012, tidak ada satu pun perompakan yang dianggap berhasil, atau menurun lebih dari 30 kapal pada periode puncaknya, dari 2010 hingga 2011.

Komandan detasemen angkata udara Denmark yang melangsungkan misi terakhir mengatakan, NATO bisa melanjutkan kembali usaha anti-perompakannya setiap saat, apakah di Cekung Somalia atau Samudera Atlantik.

NATO kini mengalihkan sumber dayanya untuk menangkal Rusia di Laut Hitam dan para penyelundup manusia di Laut Tengah.

Juru bicara NATO Dylan White mengatakan melalui sebuah pernyataan, situasi keamanan global telah berubah secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir dan bahwa angkatan-angkatan laut yang tergabung dengan NATO telah menyesuaikan diri dengan situasi itu. [ab/uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG