Tautan-tautan Akses

Nasib Para Pengungsi Menuju Eropa Mengenaskan


Suasana camp di perbatasan Macedonia dan Serbia dekat desa Tabanovce, Macedonian, 8 Maret 2016 (Foto: dok).

Suasana camp di perbatasan Macedonia dan Serbia dekat desa Tabanovce, Macedonian, 8 Maret 2016 (Foto: dok).

Kepala HAM PBB mengkritik perlakuan Makedonia terhadap migran, dan meminta negara itu untuk mengakhiri “kebijakan pengusiran dan penahanan sistematis.”

Kepala HAM PBB mengkritik perlakuan Makedonia terhadap migran, dan meminta negara itu untuk mengakhiri “kebijakan pengusiran dan penahanan sistematis.”

Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad Al Hussein menyatakan keprihatinan itu, Jumat (23/9) terkait 180 migran yang tinggal di pusat transit Tabanovce dekat perbatasan Serbia dan pusat transit Vinojug dekat perbatasan Yunani.

Mereka terjebak di sana akibat penutupan perbatasan Balkan pada bulan Maret.

Kepala pusat transit Tabanovce, Goran Stojanovski, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa 61 migran tinggal di fasilitas itu dan penghuninya dapat pergi kapan saja karena sifatnya terbuka.

Dia juga mengemukakan bahwa bantuan medis dan lainnya disediakan di sana.

Sementara itu, polisi Yunani mengatakan mereka menahan seorang pemuda Afghanistan karena dicurigai berusaha menyelundupkan lima warga Irak dari negara itu ke Bulgaria.

Sebuah pernyataan polisi Jumat mengatakan pria berusia 19 tahun itu ditangkap saat diduga memandu warga Irak tadi berjalan kaki menuju perbatasan Bulgaria.

Di Aegean Timur, data pemerintah menunjukkan 241 orang mencapai pulau-pulau Yunani dari pantai Turki mulai Kamis pagi sampai Jumat pagi.

Seorang pejabat Yunani mengatakan pihak berwenang menangkap 107 orang, umumnya keluarga Suriah, ketika dengan menyeberangi sungai Evros yang membatasi Yunani dengan Turki.

Pejabat itu mengatakan kelompok tersebut ditemukan Rabu dan dibawa ke kamp pengungsi.

Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim itu mengatakan tampaknya para pengungsi tersebut memanfaatkan air sungai yang sedang surut untuk menyeberang.

Di Mesir, 115 mayat, banyak yang sudah membusuk, ditarik keluar dari perairan di lepas pantai negara itu tiga hari setelah ratusan migran tenggelam saat perahu mereka terbalik dalam perjalanan ke Eropa.

Wartawan Associated Press di kota Rosetta, Delta Nil, melihat antara 20 sampai 30 mayat Jumat pagi dibawa oleh kapal nelayan.

Korban tewas akibat insiden tersebut sedikitnya 70 dan kemungkinan akan meningkat. Korban tewas kebanyakan perempuan dan anak-anak yang tidak mampu berenang menjauhi kapal yang tenggelam pada hari Rabu. [as/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG