Tautan-tautan Akses

Nasib Lokananta dan Kampanye Anti-Pembajakan Karya Seni

  • Yudha Satriawan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri), musisi Sam Bimbo (tengah) dan Rhoma Irama melihat-lihat koleksi Lokananta di Solo (15/10). (VOA/Yudha Satriawan)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri), musisi Sam Bimbo (tengah) dan Rhoma Irama melihat-lihat koleksi Lokananta di Solo (15/10). (VOA/Yudha Satriawan)

Seniman bergerak menghidupkan kembali kejayaan Lokananta, industri rekaman pertama di Indonesia yang kini terpuruk dengan melawan pembajakan karya cipta.

Deretan rak besi berisi lebih dari 10 ribu keping piringan hitam bersampul terletak di sebuah ruangan di Lokananta Solo, Kamis sore (15/10). Sementara itu mesin perekam kaset teronggok di salah satu ruangan lainnya.

Lokananta merupakan museum sekaligus perusahaan rekaman pertama di Indonesia. Sampul-sampul piringan hitam tampak berdebu dan mulai pudar warnanya. Sejumlah petugas sesekali membersihkan dan mencoba piringan hitam tersebut.

Koleksinya sangat beragam, ada suara rekaman asli presiden pertama Soekarno membacakan teks proklamasi, lagu Indonesia Raya versi tiga stanza, dan berbagai lagu daerah dengan kualitas yang masih terdengar bagus.

Ketika berkunjung ke perpustakaan audio piringan hitam, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan keprihatinannya terhadap industri rekaman yang terpuruk akibat pembajakan karya cipta.

"Royalti harus diberlakukan secara optimal. Contoh saja, di Malaysia dengan jumlah penduduk lebih kecil dari Indonesia, 30 juta jiwa, mampu menghasilkan pajak sekitar Rp 300 milyar setiap tahunnya. Indonesia dengan penduduk jauh lebih banyak, prediksi pajak royalti sekitar Rp 2,4 trilyun, tetapi nyatanya kita hanya dapat 12-15 milyar saja," ujarnya.

"Masak kita nggak bisa ngejar seperti di Malaysia. Ini menyedihkan. Jadi mereka yang penyanyinya, produsernya, industri rekamannya, bisa hidup, maka karya seni bisa dihargai dengan harga tinggi.

"Kalau nggak nanti nasibnya seperti Lokananta di Solo ini. Punya sejarah tinggi, koleksi piringan hitam yang banyak sekali tapi tampaknya kurang terawat, peralatannya nganggur nggak jelas. Ini seperti barang mati, tapi di dalamnya ada konten seninya, pengarangnya, judul, produknya, karya yang tidak ternilai harganya. Jadi kalau semua bisa kita perbaiki, tidak ada lagi pembajakan karya cipta, karya seni, masyarakat sadar memakai produk asli, bayar pajak, royalti."

Salah seorang pegawai Lokananta mengatakan kepada Gubernur bahwa selama ini biaya operasional dan gaji pegawai mengandalkan produksi rekaman di Lokananta yang kini sepi dan tak seramai dulu saat piringan hitam dan kaset masih berjaya.

“Ya penghasilan kami, gaji kami, operasional kantor kami ini dari hasil rekaman yang digunakan, penggandaan kaset, penggandaan CD, menyewakan studio rekaman. Bagi kami yang penting bisa menjaga aset ini..kemudian kami bisa menjalankan Lokananta ini," ujarnya.

"Kami bersama rekan lain di Lokananta ini sudah 20 tahun lebih bekerja di sini. Status kepegawaian kami juga membingungkan. Kami di bawah Percetakan Negara Republik Indonesia PNRI. Lokananta itu Perum..harus berjuang mencari dana mandiri."

Artis Samsudin Hardjakusumah atau yang dikenal dengan sebutan Sam Bimbo, yang ikut dalam kunjungan ke Lokananta, tampak senang menemukan satu keping piringan hitam karyanya di tahun 1958 di ruang ini.

“Saya kaget piringan hitam rekaman saya sebelum bergabung di BIMBO masih ada di sini. Aneka Nada, rekaman tahun 1958. Saya masih punya piringan hitamnya di rumah. Ini sangat membanggakan. Seharusnya Lokananta ini harus tetap dijaga asetnya. Ini prestasi luar biasa, kalau bisa ini menjadi cagar budaya yang harus dipertahankan," ujarnya.

Sementara itu, tumpukan lebih dari 1.000 keping VCD bajakan berbagai klip video musik maupun film teronggok di halaman samping Lokananta. Ribuan kepingan VCD tersebut digilas dan dihancurkan dengan mesin oleh ratusan seniman, pejabat daerah, hingga kepolisian.

“Ini aksi demo damai seniman anti pembajakan. Beli yang orisinal, asli, jangan yang bajakan. Dukung pemerintah.”

Aksi ini salah satu rangkaian demo damai seniman anti pembajakan yang digelar di lokasi. Juru bicara aksi anti-pembajakan, Muhammad Sodiqin alias Cak Diqin mengungkapkan pembajakan karya cipta harus segera dihentikan. Ia berharap pemerintah tegas pada pelaku pembajakan karya cipta atau hak kekayaan intelektual.

“Artinya dalam aksi ini kita ingin penegakan hukum tentang hak cipta dilakukan secara tegas. Jangan sampai peradaran VCD bajakan terjadi semakin marak. Kita ingin seniman, industri musik, seni, dan pemerintah sejahtera. Semua bekerjasama memberantas pembajakan karya cipta," ujar seniman campur sari tersebut. [hd]

XS
SM
MD
LG