Tautan-tautan Akses

Nasi Kuning Goyang Lidah Warga New Orleans Amerika


Festival Wonderful Indonesia, New Orleans.

Festival Wonderful Indonesia, New Orleans.

Beberapa waktu yang lalu, sekelompok warga Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Diaspora Network mengadakan pertemuan tingkat regional Amerika di New Orleans, Louisiana. Pertemuan yang diberi nama Kongres Indonesian Diaspora Network atau IDN ini diadakan 2 tahun sekali dan bertujuan untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi oleh diaspora Indonesia di AS, serta mempromosikan budaya, investasi, pariwisata dan perdagangan. Tidak seperti sebelumnya, kongres IDN kali ini juga diramaikan dengan festival yang bertujuan memperkenalkan kuliner, budaya, pariwisata Indonesia ke warga AS khususnya di New Orleans.

Menurut Presiden IDN Amerika, Herry Utomo, salah satu tujuan kongres ini adalah untuk menyatukan potensi para diaspora Indonesia. Ia menyebutkan ada sekitar 70 hingga 80 ribu diaspora Indonesia di Amerika yang tercatat. Namun jika digabung dengan warga Indonesia yang menetap di AS dengan status illegal, jumlahnya bisa mencapai 250 ribu.

Kongres dimulai dengan menjelaskan kembali tentang misi dan visi Indonesian Diaspora Network, dan mengajak seluruh IDN Amerika yang berjumlah 13 chapter melakukan konsolidasi. IDN sebagai organisasi nirlaba dibentuk tahun 2012 dan kini telah memiliki 70 chapter di 35 negara, selain 13 chapter di Amerika Serikat. Salah satu pembahasan dalam kongres ini adalah masalah dwi kewarganegaraan yang telah lama diperjuangkan oleh diaspora Indonesia. Freddy Harris, Dirjen Administrasi Hukum Umum ikut hadir untuk menyampaikan perkembangan pembahasan masalah ini.

Freddy mengatakan walaupun banyak pembuat kebijakan di Indonesia yang mempertanyakan nasionalisme diaspora Indonesia, isu tentang dwi kewarganegaraan ini masih terus dibahas dan diharapkan bisa menghasilkan peraturan yang melindungi warga Indonesia di luar negeri.

Menurut Herry hal ini disebabkan karena banyak orang tidak mengerti tentang diaspora.

“Diaspora sendiri merupakan simbol orang Indonesia yang berada di luar negeri, baik yang sudah menjadi citizen negara lain selain Indonesia, maupun yang masih warga Indonesia yang merasa cinta sekali dengan Indonesia, dan ingin berbuat sesuatu. Kegiatan IDN ini untuk membantu Indonesia dan juga membantu warga Indonesia di manapun mereka berada. Fungsi kita menjalankan citizen diplomacy atau diplomasi yang dilakukan oleh warga negara,” ujarnya.


Herry menambahkan diaspora sering mengadakan keadaan penggalangan dana untuk membantu warga Indonesia, tidak hanya di AS atau di luar negeri, tapi juga untuk warga yang menetap di Indonesia.

Kongres IDN kali ini juga membahas tentang upaya-upaya memperkenalkan kuliner Indonesia di AS melalui penyelenggaraan gala dinner serta festival budaya Indonesia.

Beragam menu Indonesia disajikan dengan cantik oleh maestro kuliner Indonesia, William Wongso, dan menjadi primadona pada gala dinner di hotel Hilton Riverside, New Orleans ini.

Makanan pembuka gala dinner berupa asinan Jakarta, selada Bangka, udang Bali, perkedel, ikan bumbu Bali.

Makanan pembuka gala dinner berupa asinan Jakarta, selada Bangka, udang Bali, perkedel, ikan bumbu Bali.

William memilih untuk menyajikan beberapa jenis makanan yang merupakan cita rasa khas Indonesia, karena mustahil baginya untuk menyajikan semua makanan Indonesia di luar negeri.

“Menunya ada 3 course, dimulai dengan konsep aneka ratna mutu manikam, dengan sedikit-sedikit representasi beberapa makanan misalnya ada sedikit asinan Jakarta, selada Bangka, udang dan Bali, perkedel, ikan dengan bumbu Bali,” ungkap William.

Selain itu William menyajikan menu utama “Tumpeng Nusantara Klasik” dengan makanan penutup kombinasi kue lumpur dengan kolak pisang.

Salah seorang warga Amerika Kevin Kennedy, warga Columbus, Ohio, mengatakan ia suka dengan rendang dan ayam serta makanan pembukannya. “They are beautifully presented,” tambahnya.


Selain kongres, sebuah festival bertajuk ‘Wonderful Indonesia’ diadakan Spanish Plaza di pusat kota New Orleans.

William Wongso mempersiapkan sate ayam di Festival Wonderful Indonesia, New Orleans.

William Wongso mempersiapkan sate ayam di Festival Wonderful Indonesia, New Orleans.

Festival yang menampilkan hiburan musisi diaspora Indonesia dengan bintang tamu ‘Gugun Blues Shelter’ serta tari tradisional Indonesia ramai dihadiri warga Amerika yang menikmati hiburan sambil menyantap sate ayam dan nasi goreng.

Herry mengatakan festival ini dipersembahkan oleh diaspora Indonesia di AS sebagai wujud kecintaan mereka terhadap Indonesia.

“Teman-teman bekerja keras untuk mengadakan festival ini, tanpa dibayar. Jadi kalau bapak ibu sekalian di Indonesia masih juga meragukan kecintaan kita akan Indonesia, saya tidak akan banyak omong. Silakan lihat, mungkin karena belum kenal kami, maka belum cinta dengan kami,” tambah Herry menutup pembicaraan dengan VOA.

XS
SM
MD
LG