Tautan-tautan Akses

Tim Ilmuwan NASA Temukan 26 Planet Baru di Luar Tata Surya

  • Jessica Berman

Misi NASA Kepler menemukan 26 planet baru di luar sistem tata surya yang mengorbit bintang-bintangnya yang berukuran lebih besar dari matahari, satu kali tiap enam hingga 143 hari.

Misi NASA Kepler menemukan 26 planet baru di luar sistem tata surya yang mengorbit bintang-bintangnya yang berukuran lebih besar dari matahari, satu kali tiap enam hingga 143 hari.

Dua puluh enam planet baru telah ditemukan tim ilmuwan NASA yang berusaha menemukan planet di luar sistem tata surya.

Ukuran planet-planet baru yang ditemukan tim NASA itu bervariasi. Ada yang sedikit lebih besar dari Bumi sampai yang lebih besar dari planet raksasa Yupiter dalam sistem tata surya kita. Planet-planet itu ditemukan oleh Kepler, teleskop antariksa yang memantau 150.000 bintang pada bagian kecil langit malam dari orbitnya sekitar matahari.

Planet-planet asing itu mengorbit bintang-bintangnya, yang berukuran lebih besar dari matahari, satu kali tiap enam hingga 143 hari. Dalam sistem tata surya terbesar yang baru ditemukan, disebut Kepler-33, ada lima planet dengan ukuran mulai dari satu setengah sampai lima kali ukuran Bumi.

Doug Hudgins, ilmuwan program misi Kepler, mengatakan para ilmuwan tidak yakin planet-planet yang baru ditemukan itu mampu mendukung kehidupan.

"Kesemua planet itu berada dalam orbit yang lebih dekat dari orbit bumi mengelilingi matahari. Jadi planet-planet itu cukup panas," paparnya.

Dalam dua tahun sejak Kepler mulai mengamati alam semesta, ilmuwan telah menemukan 61 planet baru, dan sekitar 2.300 kandidat planet yang perlu dikukuhkan melalui pengamatan lebih lanjut.

Kepler mengidentifikasi planet-planet yang jauh itu dengan terus memantau kecerahan bintang yang diorbitnya. Sebuah planet yang mengorbit matahari membentuk bayangan samar yang bisa dideteksi oleh Kepler.

Teleskop itu mengukuhkan kandidat-kandidat planet dengan mengukur apa yang disebut Variasi Waktu Transit atau TTV yang terjadi ketika dua atau lebih planet dalam sistem tata surya yang padat mengorbit bintang-bintang mereka.

Tarikan gravitasi dari setiap planet yang lewat membuat satu planet lainnya bergerak lebih cepat sementara planet lain melambat. Menurut Hudgins, ini membantu para astronom mengukuhkan pengamatan mengenai planet.

Ia mengatakan, "Kalau ada sesuatu yang hanya menirukan lewatnya satu planet, mereka tidak akan berinteraksi. Bahwa kita melihat variasi waktu transit ini menunjukkan bahwa ada interaksi gravitasi dan bahwa mereka pasti planet karena mereka berinteraksi satu sama lain."

Hudgins mengatakan yang diperlukan para pemburu planet adalah teleskop yang bisa memisahkan cahaya planet yang lebih redup dari bintangnya yang terang, guna memungkinkan ilmuwan mempelajari spektrum elektromagnetiknya.

Informasi dari spektrum cahaya akan menunjukkan gas apa yang terkandung dalam atmosfer planet, bahkan mungkin beberapa karakteristik permukaannya, kata Hudgins yang bersemangat untuk menemukan tanda-tanda kehidupan.

"Itu sebabnya kami melakukan ini. Itulah hal yang menarik. Kami mempelajari salah satu pertanyaan paling tua dan paling mendasar, apakah kita sendirian di jagat raya ini?" paparnya lagi.

Hudgins percaya teleskop semacam itu akan dibuat dalam waktu dekat, memungkinkan ilmuwan Kepler bergerak ke misi penemuan mereka tahap berikutnya.

XS
SM
MD
LG