Tautan-tautan Akses

NASA Lirik Swasta untuk Masa Depan Penerbangan Antariksa


Uji terbang pesawat antariksa Orion

Uji terbang pesawat antariksa Orion

Banyak perusahaan memanfaatkan masa depan perjalanan ke antariksa berkat kemitraan yang semakin berkembang dengan badan antariksa AS, NASA.

Banyak yang sudah berubah sejak empat puluh enam tahun lalu, ketika NASA pertama kali mengirim manusia ke bulan, kata pejabat NASA, William Gerstenmaier.

“Lingkungannya sudah berbeda di luar sana, dan kini bukan hanya pemerintah yang melakukan hal ini. Swasta juga ingin melakukan ini. Jadi pekerjaan saya di sisi pemerintah adalah memikirkan bagaimana bermitra dengan sektor swasta yang mempunyai semangat wiraswasta, yang bisa menjadi mitra dan dari sisi pemerintah memanfaatkan hal itu untuk memajukan kita semua," ujarnya.

NASA dan beberapa pemain di sektor swasta bertemu di Konferensi Global Milken Institute di Los Angeles untuk mendiskusikan masa depan eksplorasi antariksa.

Wisata antariksa

Naveen Jain, salah seorang pendiri perusahaan ruang angkasa Moon Express, mempunyai harapan tinggi bahwa wisata antariksa akan populer. "Kalau Anda menikah atau bertunangan, kenapa membelikan permata. Kalau Anda mencintainya, Anda berikan bulan padanya," tambah Jain.

Tapi berjalan-jalan ke bulan mungkin belum memungkinkan saat ini, kata Michael Hawes dari Lockheed Martin.

“Saya pikir masih kisah fiksi sains, tapi bukan karena secara teknis tidak bisa dilakukan," jelasnya. "Tapi saya melihat pasar belum berkembang seperti yang diharapkan orang."

Stasiun Antariksa Internasional

Upaya-upaya untuk mewujudkan perjalanan antariksa sedang dilakukan. Hawes mencatat NASA telah melakukan uji coba penerbangan Orion yang sukses. Orion adalah pesawat antariksa generasi baru yang nantinya akan mengeksplorasi bulan dan lainnya. NASA juga melirik industri swasta untuk menyediakan layanan kepada Stasiun Antariksa Internasional.

“Mereka punya beberapa perusahaan yang menyediakan kargo. Mereka punya beberapa perusahaan yang telah dikontrak untuk menyediakan kru di masa yang akan datang," kata Hawes.

NASA juga melirik sektor swasta untuk riset tentang perjalanan antariksa yang juga menguntungkan bagi bumi.

Mereka menyertakan kemajuan-kemajuan teknologi, seperti kamera mini di ponsel, dan mencari solusi masalah kesehatan di ruang angkasa, yang juga bisa membantu orang-orang di bumi.

Kontribusi pada riset medis

“Yang kita lihat di ruang angkasa adalah tubuh manusia, entah mengapa ada kehilangan tulang yang luar biasa di sana: 20 sampai 30 persen tulang Anda bisa hulang setiap bulannya kalau Anda tidak melakukan latihan fisik. Hal ini terjadi di antara orang-orang tua di bumi," kata Gerstenmaier dari NASA.

John Elbon dari Boeing mengatakan kesempatan untuk riset adalah berita bagus tapi dibutuhkan waktu untuk memecahkan masalah-masalah yang terkait ruang angkasa.

“Seratus tahun dari sekarang, akan ada industri ruang angkasa yang tidak bisa kita bayangkan saat ini," ujarnya. "Kita tidak boleh gegabah dan ingat betapa sulitnya hal ini. Di saat yang sama, kita tidak boleh kehilangan rasa antusias kita bahwa ada banyak kesempatan yang terbentang."

Dan, para ahli antariksa mengatakan, kesempatan ini bahkan mungkin bisa berakhir dengan kolonisasi Mars.

XS
SM
MD
LG