Tautan-tautan Akses

AS

NASA Kembangkan Teknologi untuk Hadapi Bahaya Asteroid

  • Suzanne Presto

Teknologi robotik dan canggih SEP suatu kali dapat menemukan, menangkap dan merelokasi asteroid ke titik yang stabil di luar daerah bulan. (Foto: NASA)

Teknologi robotik dan canggih SEP suatu kali dapat menemukan, menangkap dan merelokasi asteroid ke titik yang stabil di luar daerah bulan. (Foto: NASA)

Batu luar angkasa asteroid menjanjikan suatu eksplorasi bahkan saat ia memberikan ancaman pada Bumi.

Asteroid -- jutaan bongkahan batu luar angkasa, baik besar maupun kecil, yang beredar dan berputar di sistem tata surya kita -- menjanjikan sesuatu bagi penjelajah antariksa bahkan ketika mereka memberikan ancaman bagi Bumi.

Ketika administrator NASA Charles Bolden membahas proposal anggaran badan antariksa AS tersebut untuk 2014 dengan para pembuat perundangan akhir April lalu, ia menyoroti sebuah misi baru - sebuah rencana untuk menangkap sebuah asteroid di kedalaman angkasa luar dan membawanya ke daerah dekat bulan, tempat astronot dapat mengeksplorasinya.

"Kami sedang mengembangkan sebuah proses atau teknologi yang akan maju dalam misi menangkap asteroid yang akan mendemonstrasikan bahwa manusia dapat mengubah jalur asteroid yang mengarah ke Bumi," ujarnya.

Bagian kunci dari misi tersebut, seperti digarisbawahi Bolden, adalah untuk menunjukkan bahwa jalur asteroid dapat dibelokkan.
Ancaman Asteroid
Awal tahun ini, sebuah meteor kecil secara tidak diduga meledak di atas Chelyabinsk, Rusia, dan menghasilkan gelombang kejut yang menghancurkan ribuan jendela dan melukai lebih dari 1.000 orang. Pada hari yang sama, asteroid berdiameter 45 meter yang terlacak dengan baik yang disebut 2012 DA14 melewati Bumi, lebih dekat daripada satelit-satelit geosinkronos. Jarak lintasan asteroid itu mencapai rekor terdekat untuk seukurannya.

Para ahli mengatakan bahwa asteroid-asteroid yang berdiameter lebih besar dari 100 meter menghantam permukaan Bumi, rata-rata sekitar sekali setiap 10.000 tahun, dan tidak ada catatan korban tewas karena asteroid dalam sejarah manusia modern.

John Holdren, asisten presiden AS untuk sains dan teknologi, membahas ancaman asteroid pada sebuah rapat dengar pendapat di Gedung Capitol pada Maret. Ia memberitahu para anggota legislatif bahwa melihat langkanya tabrakan asteroid besar, potensi hilangnya nyawa manusia karena peristiwa semacam itu kurang dari 100 orang per tahun, dibandingkan dengan lima juta kematian akibat tembakau setiap tahun.

"Asteroid sepertinya bukan ancaman yang sangat besar," ujar Holdren. "Namun tentu saja itu bukan sikap yang baik dalam mempresentasikan risiko yang ada. Kita berbicara mengenai probabilitas rendah dari sebuah bencana yang sangat besar, dan dalam situasi semacam itu, kita cenderung untuk berinvestasi dalam asuransi untuk mengurangi kemungkinan sebuah bencana yang dianggap tidak dapat ditolerir."

Asuransi, tentu saja, bukan pilihan untuk dinosaurus, yang diyakini musnah 65 juta tahun yang lampau setelah asteroid selebar 10 kilometer jatuh ke Bumi.

Holdren mengatakan bahkan asteroid berukuran sebagian kecil dari asteroid yang memusnahkan dinosaurus dapat menewaskan banyak orang.

"Asteroid selebar satu kilometer dapat membawa energi sekitar puluhan juta megaton. Itu sama atau lebih besar dengan energi peralatan senjata Amerika dan Uni Soviet pada puncak perang dingin jika disatukan," ujarnya.

"Asteroid seukuran itu, satu kilometer atau lebih, dapat mengakhiri peradaban."

Melacak Asteroid
NASA memperkirakan bahwa ia telah membuat katalog 95 persen asteroid dekat Bumi yang lebih lebar dari satu kilometer. Badan antariksa ini tidak menemukan asteroid seukuran ini yang memberikan ancaman pada planet kita dalam waktu dekat.

NASA saat ini bekerja untuk mendeteksi dan melacak obyek-obyek dekat Bumi yang jauh lebih kecil, berdiameter 140 meter atau lebih besar. Tujuannya untuk mengidentifikasi 90 persen darinya pada 2020.

Untuk itulah peran Lindley Johnson diperlukan. Ia adalah kepala eksekutif untuk Program Obyek Dekat Bumi di markas besar NASA di Washington. Kantornya berkoordinasi dengan program-program lain yang disponsori NASA untuk mendeteksi dan melacak asteroid-asteroid yang berpotensi membahayakan, serta komet.

"Hal pertama dan terpenting, tentu saja, adalah memiliki kemampuan untuk menemukannya sedini mungkin," jelas Johnson.

"Kita tidak dapat melakukan apa-apa kecuali tahu bahwa ada asteroid di luar sana yang merupakan ancaman. Jadi, itulah penekanan utama kita, untuk menemukannya. Jika kita dapat melakukan pekerjaan itu dengan baik, kemungkinan insiden yang menimpa kita cukup langka."
Kerja Sama Internasional
Johnson adalah salah satu ilmuwan yang menghadiri sebuah konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai antariksa di Wina awal tahun ini. Kelompok kerjanya merekomendasikan pembuatan jaringan peringatan asteroid internasional dan forum yang membawa beragam badan antariksa bersama untuk membahas pendekatan kolaboratif untuk menangkis asteroid berbahaya.

Johnson mengatakan mereka juga merekomendasikan penguatan respon bencana, sehingga badan-badan nasional dan internasional dapat memperingatkan orang mengenai serangan potensial, seperti dalam hal angin ribut dan tsunami. Adanya korban luka di Chelyabinsk, menurutnya, sebagian karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi.

"Mereka tidak tahu bahwa jika ada meteor yang jatuh seperti itu, akan ada gelombang kejut yang dapat menghancurkan kaca jendela. Jadi mereka melihat kilatan cahaya dan malah berlari ke jendela untuk melihat ada apa ketika gelombang kejut terjadi," ujarnya.

Pada akhir April, hampir 10.000 obyek dekat Bumi telah ditemukan, dengan sekitar 1.400 diantaranya diklasifikasikan memiliki potensi bahaya.

Pendanaan untuk Program Obyek Dekat Bumi NASA adalah sekitar US$20 juta per tahun, naik lima kali lipat selama pemerintahan Presiden Barack Obama.
XS
SM
MD
LG