Tautan-tautan Akses

NASA Ingin Kongres Amerika Cabut Larangan Bermitra Dengan China


Kamera HiRISE di pesawat Mars Reconnaissance Orbiter milk NASA mengambil gambar bukit pasir di Mars guna menganalisa erosi dan pergerakan material di permukaan planet itu. (Foto: NASA/JPL-Caltech/University of Arizona)

Kamera HiRISE di pesawat Mars Reconnaissance Orbiter milk NASA mengambil gambar bukit pasir di Mars guna menganalisa erosi dan pergerakan material di permukaan planet itu. (Foto: NASA/JPL-Caltech/University of Arizona)

Pemerintah Amerika sebaiknya mencabut larangan bagi badan antariksanya (NASA) untuk bekerjasama dengan China agar tidak ketinggalan dalam berbagai program baru menjelajah ruang angkasa.

Sejak tahun 2011, Kongres Amerika melarang kemitraan NASA dengan China karena alasan kondisi HAM di negara komunis itu dan demi melindungi keamanan nasional Amerika.

Charles Bolden

Charles Bolden

Dalam konferensi International Astronautical Congress baru-baru ini yang dihadiri kepala badan antariksa dari seluruh dunia, kepala NASA Charles Bolden mengungkapkan keyakinannya bahwa larangan tersebut hanyalah sementara.

"Saya yakin larangan ini bersifat sementara karena, jika tidak, di masa depan kita mungkin hanya jadi penonton ... siapapun yang berambisi mengirim manusia ke antariksa akan bermitra dengan siapapun yang mampu melakukannya," kata Bolden.

China tidak termasuk dalam 15 negara pemilik sekaligus operator Stasiun Antariksa Internasional, sebuah laboratorium riset yang terletak sekitar 400 kilometer diatas Bumi.

China menyambut baik komentar Bolden itu.

"Jelas kami berharap jangka waktu larangan ini akan dipersingkat," kata Xu Dazhe dari Badan Antariksa Nasional China (CNSA). "China tidak punya masalah dalam kebijakan untuk bermitra dengan badan antariksa manapun."

China adalah satu-satunya negara selain Amerika dan Rusia yang telah mampu mengirim manusia ke antariksa. China juga sedang mengembangkan stasiun antariksa sendiri, meski masih tahap prototipe, dan telah meluncurkan sejumlah pesawat ke bulan.

Xu mengatakan negaranya sedang bersiap mengirim lagi misi ke bulan untuk mengambil sampel tahun 2017. China, katanya, juga sedang mencari mitra untuk misi perjalanan ke sisi terjauh bulan dari Bumi pada tahun 2019.

Di pihak NASA, badan itu sedang mengembangkan sebuah roket bermuatan lebih besar dan kapsul yang bisa mengangkut astronot hingga ke planet Mars.

Kerjasama dengan China bisa dimulai dengan proyek-proyek sederhana, misalnya menetapkan sistem melabuhkan (docking) pesawat-pesawat antariksa, kata kepala badan antariksa Uni Eropa Johann-Dietrich Woerner.

"Yang penting adalah tidak bersikap kompetitif. Kita semua harus bekerjasama untuk mengatasi berbagai jenis hambatan dalam proyek bersama ini," lanjut Woerner. [th/dw]

XS
SM
MD
LG