Tautan-tautan Akses

Narapidana Warga Asing Dievakuasi dari Lapas Kerobokan, Bali

  • Muliarta

Para narapidana masih menduduki pos pengawasan keamanan Lapas di sisi timur Lapas Kerobokan (23/2).

Para narapidana masih menduduki pos pengawasan keamanan Lapas di sisi timur Lapas Kerobokan (23/2).

Keamanan lembaga pemasyarakatan (lapas) Kerobokan belum sepenuhnya dapat dikuasai pihak kepolisian, sehingga TNI dan Polri mengambil keputusan untuk melakukan evakuasi terhadap narapidana warga negara asing dari Lapas Kerobokan.

Hingga hari Kamis siang (23/2) Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kerobokan Denpasar masih dikuasi oleh para narapidana yang sejak selasa lalu melakukan pengerusakan dan kerusuhan di dalam lapas. Beberapa narapidana justru terlihat menguasai pos-pos pengawasan keamanan lapas.

Sesekali juga para napi meneriaki para personil TNI dan Polisi yang berjaga di luar lapas. Guna mengantisipasi kondisi semakin parah, pada Kamis siang Polisi dan TNI akhirnya melakukan evakuasi terhadap narapidana warga negara asing yang berada di dalam lapas. Selain warganegara asing, polisi dan TNI juga melakukan evakuasi terhadap napi anak dan perempuan.

Kapendam IX Udayana Kolonel Armet Wing Handoko pada keteranganya di Lapas Kerobokan Denpasar pada Kamis Siang menyatakan tercatat 125 napi yang dievakuasi, dari jumlah tersebut 60 di antaranya napi warga negara asing.

Handoko mengungkapkan evakusi dilakukan terhadap napi anak, perempuan dan warga negara asing ini untuk menghindari dijadikannya napi anak, perempuan dan warga negara asing sebagai sandera oleh pelaku kerusuhan.

Handoko mengatakan, “Sangat besar kemungkinan, jadi kita mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, secara logika saja, kalau kita terkepung dalam siatuasi seperti ini , kalau kita jadi tahanan, apa yang bisa kita manfaatkan, sebagai alat posisi tawar dan apa yang bisa membuat gaung lebih besar.“

Para polisi saat melakukan persiapan evakuasi para narapidana di Lapas Kerobokan (23/2).

Para polisi saat melakukan persiapan evakuasi para narapidana di Lapas Kerobokan (23/2).

Menurut rencana napi anak, perempuan dan warga negara asing untuk sementara akan dievakuasi ke lapas di kabupaten Klungkung dan Karangasem. Polisi juga berencana melakukan evakuasi terhadap belasan napi yang dicurigai sebagai otak kerusuhan.

Hal ini untuk melemahkan perlawanan napi di lapas Kerobokan. Sedangkan Kepala Biro Humas Provinsi Bali Ketut Teneng mendesak Kementrian Hukum dan HAM untuk segera melakukan relokasi terhadap Lapas Kerobokan. Menurut Ketut Teneng, rencana relokasi sebenarnya sudah sejak lama direncanakan tapi belum terealisasi

“Menurut pemahaman kita, itu sudah selayaknya direlokasi tempatnya, selain juga tempatnya sudah overload, tidak lagi bisa nampung, yang kedua juga sudah agak di perkotaan, tetapi sepenuhnya itu kewenangan pusat,” ujar Ketut Teneng.

Sebelumnya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta wisatawan yang sedang berlibur di Bali agar tetap tenang dan tidak terburu-buru untuk meninggalkan Bali.

Seruan tersebut disampaikan Gubernur Bali menyusul adanya informasi yang menyatakan banyak wisatawan yang resah menyusul terjadinya kerusuhan di lapas Kerobokan. Beberapa wisatawan juga diinformasikan berencana meninggalkan Bali akibat kerusuhan di lapas Kerobokan.

XS
SM
MD
LG