Tautan-tautan Akses

Napi di Amerika Ekspresikan Diri dengan Ciptakan Karya Seni

  • Deborah Block

Hasil lukisan seorang narapidana AS yang mengekspresikan 'penderitaannya' selama di dalam penjara (foto: dok).

Hasil lukisan seorang narapidana AS yang mengekspresikan 'penderitaannya' selama di dalam penjara (foto: dok).

Karya seni selain sebagai sarana untuk mengekspresikan diri sebagian narapidana di penjara Amerika, juga digunakan sebagai alat untuk rehabilitasi.

Beberapa karya seni yang dihasilkan oleh para narapidana tersebut bahkan dijual di berbagai galeri di Washington DC. Keuntungannya kemudian dibagi antara seniman dan Yayasan Penjara, organisasi non-profit di Washington yang mengedepankan seni di penjara serta alternatif penahanan.

Bagi banyak narapidana, seni mengingatkan mereka akan dunia di luar penjara. Dennis Sobin, kepala Yayasan Penjara, pernah dipenjara selama 12 tahun. Ketika itu, seni yang dipilihnya adalah bermain gitar.

"Seni itu merupakan media yang merehabilitasi dan menenangkan bagi banyak orang," aku Dennis Sobin.

Sobin bahkan mendirikan Yayasan Penjara sewaktu ia masih di balik jeruji. Dia mengatakan selain alam dan lanskap, ada berbagai tema umum lainnya.
"Ada yang ingin bersama keluarga. Jadi mereka melukis gambar pertemuan keluarga, adegan keluarga, dan lain-lain. Ada juga mereka yang sangat marah akan kehidupan di penjara, lalu mereka melakukan protes lewat lukisan, menunjukkan realitas keras dari kehidupan penjara di balik jeruji," ujarnya.

Karya seni tersebut dijual di sejumlah galeri di Washington. Mereka mengambil sebagian dari keuntungan. Dale Johnson, pemilik Galeri Watergate, mengatakan beberapa narapidana itu cukup berbakat.

"Ada banyak hal yang tampak dalam seni ini. Anda dapat melihat apa yang mereka pikirkan," puji Dale terus terang.
Para narapidana di penjara AS memerlukan sarana untuk mengekspresikan diri (foto: dok).

Para narapidana di penjara AS memerlukan sarana untuk mengekspresikan diri (foto: dok).

Brian Driggers dibebaskan dari penjara bulan lalu. Dia menciptakan begitu banyak karya seni selama delapan tahun di penjara. Beberapa karyanya disimpan di Museum Kejahatan dan Hukuman di Washington. Dia menggunakan pena atau kapur berwarna mengingat cat dan kuas tidak boleh digunakan di dalam penjara karena dapat digunakan untuk seni tubuh.

Driggers berbicara dengan VOA melalui Skype tentang apa yang ia gunakan untuk melukis wajah istrinya.
Ia mengatakan, "Saya menciptakan kuas dari rambut saya sendiri. Saya gunting rambut saya, ikat dengan benang gigi, lalu masukkan ke dalam pena yang kosong. Untuk catnya, saya menggunakan kopi instan. Saya campur dengan air untuk menciptakan tingkat ketebalan dan warna yang berbeda."

Beberapa kopi dari karya seni itu juga dijual di jalan. Ling Luo, yang berasal dari Tiongkok mengatakan bahwa program seni di dalam penjara di negaranya tidak terdengar. Dia mengatakan seni di penjara adalah gagasan yang baik.
"Bagus sekali melihat orang-orang yang pernah melanggar hukum dalam kehidupan mereka sebelumnya, sekarang bertekad untuk melakukan pekerjaan seni."

Dennis Sobin mengatakan menciptakan karya seni di penjara juga membantu para narapidana untuk meningkatkan harga diri mereka.

XS
SM
MD
LG