Tautan-tautan Akses

Mantan Ibu Negara Nancy Reagan Dukung Mitt Romney

  • Made Yoni

Mantan ibu negara Nancy Reagan (kanan) menyalami Capres partai Republik Mitt Romney dan isterinya, Ann Romney di kediaman Nancy di Bel-Air, Los Angeles (31/5).

Mantan ibu negara Nancy Reagan (kanan) menyalami Capres partai Republik Mitt Romney dan isterinya, Ann Romney di kediaman Nancy di Bel-Air, Los Angeles (31/5).

Mantan ibu negara Nancy Reagan hari Jumat secara resmi mendukung mantan Gubernur Massachusetts, Mitt Romney sebagai calon presiden dari Partai Republik.

Dukungan Nancy Reagan diberikan hari Jumat (1/6), sementara angka pengangguran kini merupakan salah satu indikator utama dalam politik Amerika. Calon presiden dari Partai Republik Mitt Romney dan istrinya, Ann hari Kamis, mengunjungi Nancy Reagan di rumahnya di Los Angeles.

Mantan ibu negara Nancy Reagan menyuguhkan minuman lemonade dan kue-kue kepada Mitt Romney dan istrinya dan juga memberi calon presiden dari Partai Republik itu sesuatu yang berharga, yaitu dukungannya.

Janda Presiden Ronald Reagan itu mengatakan ia kini mendukung Romney. Ia mengatakan mendiang “suaminya” pasti menyukai latar belakang Romney di bidang bisnis dan apa yang disebutnya “prinsip-prinsip kuat” Romney.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah kunjungan Romney itu. Nancy Reagan mengatakan ia yakin Romney mempunyai pengalaman dan kepiawaian kepemimpinan yang dalam kata-katanya “sangat dibutuhkan Amerika”.

Dalam pada itu laporan bertambahnya angka pengangguran dan penciptaan lapangan kerja hari Jumat dari Departemen Perburuhan Amerika kini menjadi salah satu isu utama dalam politik Amerika.

Kampanye Presiden Barack Obama untuk bisa terpilih kembali mendapat pukulan atas laporan yang buruk ini. Menurut laporan itu para majikan Amerika hanya menciptakan 69 ribu lapangan kerja pada bulan Mei, yang terkecil dalam satu tahun dan angka pengangguran dikabarkan bertambah untuk pertama kalinya dalam 11 bulan.

Angka pengangguran bulanan Amerika yang diumumkan tiap Jumat pertama setiap bulan merupakan barometer ekonomi yang dominan tahun ini. Laporan itu juga menjadi basis untuk mengukur nasib politik Obama dan lawannya dari partai Republik, Mitt Romney menjelang pemilu bulan November.

Romney segera berkerak untuk mengambil manfaat atas laporan bertambahnya angka pengangguran ini. Romney mengatakan laporan mengenai melemahnya penciptaan lapangan kerja Amerika “kabar yang mengenaskan” bagi pekerja dan keluarga mereka. Dalam sebuah pernyataan ia menyebut laporan itu “menyedihkan” dan “kecaman berat atas cara Presiden Obama menangani ekonomi Amerika”.

Laporan baru itu merupakan yang pertama sejak Romney dapat dipastikan mendapatkan pencalonan kepresidenan dari partai Republik. Laporan itu juga diperoleh selagi Obama menuju ke Minnesota untuk menggolkan usulannya memperluas kesempatan lapangan kerja bagi veteran militer dan untuk mengumpulkan dana bagi kampanyenya.

Sementara itu, dunia dengan cemas menunggu-nunggu dampak krisis utang Eropa yang bisa menghambat pemulihan di Amerika.

Pengangguran di Amerika bertambah menjadi 8,2 persen bulan mei. Belum pernah ada presiden Amerika sejak Depresi Besar berusaha untuk bisa terpilih kembali dengan pengangguran setinggi itu dan presiden incumbent pada masa lampau kalah apabila angka pengangguran meningkat.

Romney menghendaki untuk pemilu kali ini menjadi referendum atas 3,5 tahun masa jabatan Obama. Obama menghendaki pemilu ini menjadi sebuah pilihan antara dua visi yang berbeda bagi Amerika.

Obama mengharapkan angka pengangguran yang tadinya sudah turun dari 10 persen pada bulan Oktober 2009 menjadi 8,1 persen bulan April akan bisa turun lagi.

Presiden Obama sering mengacu pada menyebut 3,8 juta lapangan kerja yang tercipta sejak ia menjadi presiden meskipun 12,5 juta orang menganggur. Dan kampanyenya telah melancarkan serangan selangkah demi selangkah terhadap rekor perekonomian Romney sejak ia menjadi pengusaha hingga ia menjadi gubernur Massachusetts dari tahun 2003-2007.
XS
SM
MD
LG