Tautan-tautan Akses

Myanmar Bebaskan 113 Tahanan Politik


Seorang mahasiswa pemrotes (tengah) dan keluarganya menangis setelah memperoleh amnesty dan dibebaskan oleh pengadilan Tharrawaddy, Bago, Myanmar (8/4).

Seorang mahasiswa pemrotes (tengah) dan keluarganya menangis setelah memperoleh amnesty dan dibebaskan oleh pengadilan Tharrawaddy, Bago, Myanmar (8/4).

Myanmar, yang juga bernama Burma, melepaskan lebih dari 100 tahanan politik hari Jumat (8/4) berdasarkan amnesty yang menjadi tindakan resmi pertama Aung San Suu Kyi, pemimpin negara itu dan ia sendiri seorang bekas tahanan politik.

Surat kabar pemerintah Global New Light of Myanmar mengatakan hari Sabtu bahwa 113 tahanan politik dilepaskan di seluruh negara itu, menurut sumber-sumber kepolisian.

Para keluarga dan teman tahanan telah berkumpul di penjara-penjara sejak pengumuman Aung San Suu Kyi hari Kamis bahwa pembebasan akan dilakukan sehubungan dengan perayaan tahun baru Buddha, yang jatuh pada pertengahan April.

Sementara tahanan dibebaskan, sebagian disambut dengan bunga , sambutan meriah dan pelukan dari para pendukung dan teman.

Tetapi di tengah-tengah perayaan itu, pengadilan di kota Mandalay, Myanmar tengah, menyatakan dua aktivis perdamaian bersalah mempunyai hubungan dengan Laskar Kemerdekaan Kachin, kelompok gerilya terlarang di bagian paling utara negara itu.

Kedua orang Buddhis itu, Zaw Zaw (28 tahun) dan Pyint Phyu Latt (34 tahun), adalah anggota organisasi antar-agama dan mengatakan mereka sedang melakukan misi amal.

Mereka sedang menjalani hukuman penjara atas pelangaran undang-undang imigrasi karena menyeberang perbatasan Myanmar dengan India dalam kunjungan tahun 2013 ke kota Laiza, yang dikuasai oleh kelompok gerilya tadi. Mereka ditangkap setelah memuat gambar-gambar kunjungan mereka pada media sosial dan dinyatakan bersalah bulan Februari tahun ini. [gp]

XS
SM
MD
LG