Tautan-tautan Akses

Myanmar Ampuni Tahanan Politik


Aktivis hak manusia Soe Moe Tun (kiri) dan Ma Tandar di luar penjara di Yangon, Myanmar, setelah menerima ampunan dari Presiden Thein Sein awal Desember. (AP/Gemunu Amarasinghe)

Aktivis hak manusia Soe Moe Tun (kiri) dan Ma Tandar di luar penjara di Yangon, Myanmar, setelah menerima ampunan dari Presiden Thein Sein awal Desember. (AP/Gemunu Amarasinghe)

Amnesti itu menyusul janji Presiden Thein Sein pada Juli bahwa semua tahanan politik akan dibebaskan akhir tahun ini.

Pemerintah Myanmar, Selasa (31/12), membebaskan lima tahanan dan lebih banyak lagi tahanan diperkirakan akan dibebaskan pekan depan sebagai bagian dari janji Presiden untuk membebaskan seluruh tahanan politik sebelum akhir 2013.

Presiden Thein Sein Senin memberikan amnesti kepada mereka yang divonis bersalah melakukan berbagai pelanggaran politik, seperti berserikat secara tidak sah, makar, menghina pemerintah dan melanggar undang-undang berkumpul secara damai.

Selain itu, dekrit yang dikeluarkan presiden juga menghentikan semua persidangan dan penyelidikan yang sedang berlangsung terkait dengan tuduhan-tuduhan tersebut.

Amnesti itu menyusul janji Thein Sein pada Juli bahwa semua tahanan politik akan dibebaskan akhir tahun ini.

Ye Aung, mantan tahanan politik dan anggota komisi pemeriksa tahanan politik pemerintah mengatakan, para aktivis yang dijatuhi hukuman karena melanggar undang-undang berkumpul secara damai akan dibebaskan dari penjara Insein di Yangon. Ye Aung mengatakan dakwaan terhadap sekitar 200 aktivis yang sedang menghadapi pengadilan berdasarkan tuduhan itu akan segera dibatalkan.

Grasi presiden mungkin tidak mencakup semua tahanan yang oleh komisi itu dicatat sebagai tahanan politik, karena sebagian dari mereka divonis bersalah atas tindak kejahatan lain seperti pembunuhan.
XS
SM
MD
LG