Tautan-tautan Akses

Myanmar Kembali Ampuni Beberapa Tahanan Politik


Presiden Myanmar hari Senin (30/12) memberi grasi kepada sejumlah tahanan politik (foto: dok).

Presiden Myanmar hari Senin (30/12) memberi grasi kepada sejumlah tahanan politik (foto: dok).

Presiden reformis Myanmar hari Senin (30/12) memberi grasi kepada sejumlah orang yang divonis atau dituduh melakukan beragam pelanggaran politik.

Pemberian grasi kepada sejumlah tahanan ini tampaknya dalam upaya memenuhi janjinya untuk membebaskan semua tahanan politik sebelum akhir tahun ini.

Tidak jelas berapa banyak tahanan yang diberi grasi oleh Presiden Thein Sein, yang diumumkan lewat televisi pemerintah.

Grasi itu mencakup orang-orang yang divonis atau dituduh memiliki kaitan dengan pihak-pihak pelanggar hukum, pengkhianatan tingkat tinggi, penghinaan terhadap pemerintah dan pelanggaran UU perkumpulan secara damai.

Selain membebaskan orang-orang yang divonis bersalah atas kejahatan semacam itu, dekrit presiden itu juga menangguhkan semua persidangan dan proses penyelidikan yang sedang berlanjut atas tuduhan-tuduhan itu.

Secara teknis, grasi itu mungkin tidak mencakup semua orang yang dinyatakan sebagai tahanan politik karena sebagian dari mereka divonis bersalah melakukan kejahatan lain seperti pembunuhan dan pembelotan.

Sejak Thein Sein menjadi Presiden, ia telah membebaskan sekitar 1.300 tahanan politik menurut Ye Aung, bekas tahanan politik dan kini anggota komisi pemerintah urusan tahanan politik.

Thein Sein – mantan jendral yang terpilih menjadi presiden tahun 2011 setelah kekuasaan militer yang menindas selama lima dekade – menerapkan berbagai reformasi politik dan finansial guna membangun ekonomi negara itu yang payah.

Myanmar sebelumnya menghadapi banyak sanksi dari negara-negara Barat – sebagian besar telah dicabut – akibat catatan HAM yang buruk dan kekuasaan yang tidak demokratis.
XS
SM
MD
LG