Tautan-tautan Akses

Muslim Amerika Ingin Kikis Islamofobia Lewat Film


Tampilan situs untuk film 'My Fellow American.'

Tampilan situs untuk film 'My Fellow American.'

Untuk membantu mengenyahkan ketakutan terhadap Islam di kalangan warga Amerika, sebuah organisasi nirlaba meluncurkan kampanye lewat film pendek berjudul 'My Fellow American.' Proyek ini berupaya menunjukkan bahwa Muslim merupakan bagian tak terpisahkan dari Amerika.

Film pendek berjudul "My Fellow American" menepis anggapan bahwa kaum Muslim identik dengan kekerasan, seperti yang banyak ditampilkan media-media di Amerika. Dalam film ini, warga Muslim digambarkan sebagai orang kebanyakan, dengan berbagai profesi dan latar belakang. Produser Eksekutif “My Fellow American”, Alex Kronemer, mengatakan proyek ini menunjukkan bahwa kaum Muslim, meskipun minoritas, juga merupakan bagian dari Amerika.

"Tujuan utama kami adalah menunjukkan kepada orang-orang merasakan seperti apa rasanya menjadi Muslim di tengah situasi Islamofobia," ujar Kronemer. "Bahwa kaumMuslim juga menjalankan profesi seperti kebanyakan orang, sebagai polisi, kasir, dan profesi lain yang sering mereka jumpai.”

Selain menyebarkan pesan damai lewat film pendek, proyek “My Fellow American” juga mengajak warga Amerika non-Muslim untuk berbagi cerita mengenai Muslim yang mereka kenal dan kagumi. Mereka bisa memberikan testimonial lewat tulisan atau video dan memasangnya pada situs myfellowamerican.us.

Seorang warga Amerika, Matt Fuller, memberikan testimonial mengenai sahabatnya, Rahman, seorang Muslim yang dikenalnya di sekolah. Mereka sangat akrab karena memiliki hobi yang sama, yaitu main gitar dan mendengarkan musik rock.

“Saya rasa ada banyak kesalahpahaman tentang Islam dan Muslim. Hal itu bisa dihindari jika saja orang-orang mau mempelajari sedikit tentang Islam dan orang Muslim. Mereka akan menyadari bahwa Muslim adalah orang biasa seperti kita dan tidak ada yang perlu ditakuti," ujar Fuller.

Maida Besic adalah seorang muslimah asal Bosnia yang tinggal di Amerika sejak kecil. Dengan kulit putih dan rambut pirang seperti banyak perempuan Amerika, tak ada yang mengira bahwa ia adalah seorang Muslim. Maida mengatakan kepada VOA, ia menyambut baik inisiatif “My Fellow American” ini.

Ia mengatakan, “Saya menganggap diri saya sebagai Muslim yang menyamar, karena orang-orang tidak tahu saya Muslim lewat penampilan atau latar belakang saya. Lalu mereka akan menceritakan ketakutan mereka akan Muslim, yang kebanyakan didasari oleh gambaran media. Begitu mereka tahu saya Muslim, mereka tidak menyangka, karena saya sangat berbeda dari Muslim yang mereka ketahui.”

Proyek online “My Fellow American” dibuat oleh Unity Productions Foundation, organisasi non-profit yang memiliki visi untuk mewujudkan keharmonisan beragama lewat media. Dengan memanfaatkan pengaruh media sosial, “My Fellow American” berupaya mengubah anggapan – dari "Muslim yang sering dipandang sebagai pihak lain" menjadi "Muslim sebagai bagian dari rakyat Amerika."

XS
SM
MD
LG