Tautan-tautan Akses

Muslim Perancis Dukung Umat Kristen Timur Tengah Lawan ISIS


Muslim Perancis menghadiri pengajian di Paris.

Muslim Perancis menghadiri pengajian di Paris.

Beberapa kelompok Muslim Perancis telah mengutuk Negara Islam (ISIS), namun kali ini untuk pertama kalinya mereka bergabung bersama umat Kristen untuk mendukung korban.

Dewan Muslim di Perancis, negara dengan populasi minoritas Muslim terbesar di Eropa, pada Selasa (9/9) mengutuk penyiksaan umat Kristen di Timur Tengah dan mengatakan masjid-masjid di seluruh negeri akan mendoakan mereka minggu ini.

Dalam sebuah pernyataan bersama dengan kelompok Kristen, Dewan tersebut (CFCM) mengatakan bahwa "kelompok barbar telah melawan kejahatan melawan kemanusiaan" di wilayah tersebut "dan mengeksploitasi Islam sebagai panji mereka."

Beberapa kelompok Muslim Perancis telah mengutuk taktik-taktik keras Negara Islam (ISIS), gerakan radikal yang telah mendeklarasikan kekhalifahan di Suriah dan Irak, namun kali ini untuk pertama kalinya mereka bergabung bersama umat Kristen untuk mendukung para korban.

Para pemimpin Vatikan dan Kristiani di negara-negara Barat telah menyerukan para Muslim untuk berbicara melawan ISIS. Banyak yang telah melakukannya, namun karakter umat Islam yang terdesentralisasi membuat deklarasi-deklarasi individual semacam ini kurang memiliki bobot dibandingkan upaya gabungan.

"Pernyataan tersebut kembali menegaskan dukungan mereka terhadap saudara-saudara Kristen di Timur Tengah, banyak diantaranya Arab, dan minoritas lain di wilayah tersebut yang saat ini merupakan korban kampanye destruktif oleh kelompok-kelompok teroris yang mengancam eksistensi mereka," ujar pernyataan gabungan tersebut.

Para pejuang Negara Islam mengusir orang-orang Kristen dari kota Mosul di Irak utara Juli lalu, mengakhiri keberadaan sejak tahun-tahun awal ke-Kristenan. Kelompok Islamis Sunni tersebut juga menyasar kelompok Syiah dan minoritas agama lainnya, membunuh ratusan tawanan di Irak dan Suriah.

"Isu Kristen Timur Tengah ini tidak hanya milik umat Kristen," ujar Patrick Karam, kepala kelompok Endangered Middle East Christians yang mengeluarkan pernyataan bersama dengan Dewan Muslim. "Muslim Perancis bersama kami untuk mendukung mereka."

Ada sekitar lima juta Muslim di Perancis, sekitar 8 persen dari seluruh populasi. Minoritas Muslim dengan jumlah besar lainnya hidup di Inggris dan Jerman.

Presiden Dewan Dalil Boubakeur, rektor Masjid Agung Paris, mengatakan pemimpin umat di Arab Saudi dan organisasi-organisasi Muslim besar lainnya di Inggris dan Amerika Serikat telah mengutuk ISIS.

Jika militan-militan itu berhasil mengusir orang Kristen keluar Timur Tengah, ujarnya, hal itu dapat membahayakan hubungan antara agama di mana saja.

Boubakeur, Karam dan para pembicara lainnya menekankan bahwa organisasi-organisasi Muslim harus bekerja melawan radikalisasi dengan menjelaskan kepada anak muda Muslim bahwa Islam tidak mengampuni pembunuhan semacam itu.

Anouar Kbibech, kepala asosiasi masjid-masjid Maroko di Perancis, mengatakan anak-anak muda Muslim harus paham bahwa ISIS mencoba melakukan pembersihan etnis.

"Mereka tidak boleh tertipu," ujarnya.

Karam mengatakan Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve memberitahunya minggu lalu bahwa ada sekitar 800 warga Perancis yang merupakan "kandidat atau ada di lapangan" untuk bekerja dengan para militan ISIS. Dua puluh persen dari mereka telah memeluk agama Islam.

Menurut estimasi kasar kementerian tersebut, sekitar 360 orang tersebut aktif berpartisipasi sementara 220 lainnya bersiap untuk berperang. Sekitar 180 lebih "sedang transit di Turki", ujarnya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

"Dari 150 yang kembali, mereka ada di seluruh Perancis," tambahnya. "Kita dapat menghadapi gelombang serangan teror di Perancis."

Beberapa keuskupan di Perancis dari gereja-gereja Kristen timur menghadiri pertemuan tersebut dan berterima kasih atas dukungan kelompok-kelompok Muslim.

"Ini sesuatu yang harus dilakukan," ujar Uskup Ortodoks Koptik Abba Athanasios. (Reuters)

XS
SM
MD
LG